— Pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia terus berlanjut. PT Danantara Investment Management (DIM), melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), kembali membuka pendaftaran untuk Daftar Penyedia Terseleksi (DPT). Pendaftaran ini merupakan bagian dari proses prakualifikasi untuk Program WtE Danantara.

Denera, sebagai perusahaan pengelolaan sampah terpadu yang dibentuk oleh DIM, memimpin pengembangan dan implementasi proyek PSEL di seluruh Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan upaya percepatan Indonesia dalam mengatasi tantangan sampah perkotaan dan membangun bauran energi yang lebih bersih, didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Proyek PSEL dengan teknologi ramah lingkungan.

Registrasi DPT ini melanjutkan kesuksesan dua putaran prakualifikasi sebelumnya, yang berhasil menarik partisipasi perusahaan dari tujuh negara. Hal ini menunjukkan tingginya minat internasional terhadap sektor WtE di Indonesia. DIM dan Denera mengundang perusahaan atau konsorsium yang memiliki kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL, engineering, procurement and construction (EPC), penyediaan teknologi, operations and maintenance (O&M), pembiayaan proyek, serta layanan infrastruktur terkait lainnya untuk mengikuti proses seleksi.

Program ini bertujuan menjaring mitra yang memiliki keahlian teknis, kapasitas pendanaan, dan komitmen jangka panjang. Kemitraan ini krusial untuk merealisasikan proyek-proyek PSEL dalam skala besar, guna mendukung transformasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta transisi energi bersih di Indonesia.

Direktur Investasi Danantara DIM sekaligus CEO Denera, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa perluasan DPT merupakan komitmen Danantara dalam membangun ekosistem mitra yang kuat dan kompetitif. Ia menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui proyek individual.

“Dibutuhkan ekosistem mitra yang kredibel, memiliki teknologi, kapasitas pendanaan, kapabilitas operasional, serta komitmen jangka panjang untuk mengeksekusi proyek dalam skala besar,” ujar Fadli. Ia menambahkan, “Melalui registrasi DPT, kami memperluas ekosistem tersebut sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha nasional maupun internasional untuk membawa pengalaman dan kapabilitas terbaik mereka ke dalam program PSEL Indonesia. Prioritas kami tetap sama, yakni kemitraan yang kuat, kapabilitas yang telah terbukti, dan eksekusi yang menghasilkan dampak nyata di lapangan.”

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai Registration and Verification Agent. Pihak yang berminat diharapkan menghubungi IIF melalui alamat email resmi pendaftaran DPT di [email protected]. IIF akan menyediakan Registration Pack serta panduan mengenai proses registrasi DPT, termasuk persyaratan Expression of Interest (EOI), dokumen pendukung, tata cara penyampaian, jadwal pelaksanaan, dan akses ke virtual data room.