— Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi musim kering dan hari tanpa hujan yang lebih panjang. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dari petani hingga akhir tahun.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa realisasi penyerapan gabah oleh Bulog hingga awal Agustus 2026 telah mencapai 3,5 juta ton. Angka ini setara dengan 87,4% dari target yang telah ditetapkan.

“Serapan kami sudah laporkan kepada Pak Menteri Pertanian, Pak Menko, bahkan Bapak Presiden. Capaian sekarang sudah 87,4% atau setara 3,5 juta ton,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dengan capaian tersebut, stok beras yang dimiliki Bulog saat ini mendekati 5,4 juta ton. Jika total ketersediaan beras ini digabungkan dengan stok di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta cadangan padi yang masih berada di lahan (standing crop), maka total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25-26 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan beras nasional diperkirakan berada di kisaran 22 juta ton. Kondisi ini membuat Rizal optimistis bahwa pasokan pangan akan tetap aman meskipun ada potensi fenomena El Nino.

“Dengan estimasi adanya El Nino dan lain sebagainya, kami yakin pangan tetap terjaga, stok terjaga, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Bahkan sampai Maret nanti kami masih memiliki stok,” katanya.

Menanggapi proyeksi penyusutan luas panen dalam tiga bulan ke depan, Rizal mengakui bahwa produksi berpotensi mengalami penurunan. Namun, ia meyakini program benih unggul yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Menurutnya, melalui program tersebut, produktivitas padi diproyeksikan meningkat dari rata-rata 5-6 ton per hektare menjadi sekitar 10-12,8 ton per hektare pada lahan seluas satu juta hektare. Peningkatan ini diharapkan mampu mengompensasi penurunan luas panen yang diprediksi terjadi.

Rizal juga memastikan bahwa Bulog akan tetap melanjutkan penyerapan gabah meskipun target penyerapan sebesar 4 juta ton diperkirakan akan tercapai pada akhir September 2026.

“Kami yakinkan kepada masyarakat, khususnya para petani, tidak perlu bimbang dan ragu. Setelah 4 juta ton terserap pada akhir September, kami akan tetap melanjutkan penyerapan pada Oktober, November, Desember, dan seterusnya,” ujarnya.