— Bank sentral Korea Selatan mengumumkan langkah baru dalam diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan kepemilikan logam mulia dengan membeli emas dari produsen lokal. Keputusan ini menandai pembelian emas domestik pertama oleh bank sentral tersebut dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.

Bank of Korea (BoK) telah menetapkan kerangka kerja resmi untuk pembelian emas domestik yang akan dilakukan langsung dengan produsen lokal. Pihak produsen emas lokal yang ditunjuk adalah Bursa Efek Korea (Korea Exchange/KRX) dan Lembaga Penyimpanan Sekuritas Korea (Korea Securities Depository/KSD).

Menurut pernyataan resmi BoK, pembelian emas akan dilakukan dengan mengacu pada harga pasar internasional. Proses transaksi, pembayaran, dan deposito akan memanfaatkan sistem yang ada di KRX dan KSD. Bank sentral menegaskan bahwa pembelian ini diperkirakan hanya akan berdampak terbatas pada harga perdagangan emas di Korea Selatan, karena fokus utama adalah pada emas yang ditujukan untuk ekspor dan akan dibeli sesuai harga kontrak.

Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pengelolaan cadangan devisa negara. Sebelumnya, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa total permintaan emas global pada tahun 2026 relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka 1.269 ton, meskipun harga emas sempat mengalami penurunan dari rekor tertinggi di awal tahun.

Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari WGC mencatat peningkatan kumulatif permintaan emas global pada semester pertama 2026 sebesar 2% secara tahunan (y/y), mencapai sekitar 2.522 ton dengan nilai total US$ 380 miliar atau setara Rp 6,8 kuadriliun. Bank-bank sentral global dan institusi lainnya juga terus menunjukkan tren peningkatan cadangan emas bersih, dengan kenaikan 62% (y/y) pada kuartal kedua 2026, mencapai 289 ton.