Detak Media — JAKARTA – PT BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk diperdagangkan pada Rabu, 5 Agustus 2026, yaitu PT Timah Tbk (TINS), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Analis BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa saham TINS masih berada dalam momentum bullish setelah berhasil menembus area 3.740. Posisi harga yang bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan indikator MACD yang bergerak positif menjadi penopang. Selama level support 3.740 tetap terjaga, TINS berpotensi menguat ke kisaran 3.890-4.020.
Dalam laporan terpisah, TINS tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 2,71 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 1,61 triliun, atau 169% dari target tahunan untuk tahun 2026.
Sementara itu, BRMS masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas area support 523-545, memberikan peluang rebound. Jika BRMS mampu menembus level resistance 605, penguatan lebih lanjut berpotensi terjadi menuju 640-690. Namun, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target harga saham BRMS menjadi Rp 700 seiring dengan penurunan laba bersih semester I-2026 sebesar 44%.
Untuk saham MEDC, tren kenaikan masih dipertahankan dengan support kuat di area 1.310. Meskipun menghadapi resistance dinamis MA200 di sekitar 1.400, penembusan level tersebut berpotensi membuka peluang penguatan lanjutan. Medco Energi sendiri tengah gencar melakukan eksplorasi dengan empat sumur baru pada kuartal III 2026, mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar US$ 54,5 juta, dengan fokus pada dua pengeboran utama di Blok Corridor dan Blok Madura Offshore.
Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,37% ke level 6.319 pada perdagangan sebelumnya, didorong oleh perbaikan sentimen domestik dan global. Penguatan ini ditopang oleh optimisme terhadap hasil kinerja keuangan semester I-2026, terutama dari sektor perbankan dan komoditas, serta meredanya kekhawatiran geopolitik menyusul perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran terkait jalur pelayaran Selat Hormuz.
Pasar akan mencermati rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3% secara tahunan (YoY), serta kelanjutan musim laporan keuangan perusahaan. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada rencana pemerintah untuk menambah injeksi dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perbankan dan perekonomian nasional.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support di kisaran 6.270–6.200 dan resistance di level 6.400–6.420,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya. Namun, mengingat indeks telah memasuki area supply 6.320–6.400, potensi aksi jual atau profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai, meskipun tren bullish masih terjaga selama indeks bertahan di atas area support.
Di bursa Wall Street, indeks utama ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 1,71% ke 54.085,8, S&P 500 menguat 1,79% ke 7.736,5, dan Nasdaq Composite melonjak 2,59% menjadi 26.584,9.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.