— JAKARTA – Indeks-indeks saham Wall Street mengakhiri perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu setempat dengan penguatan signifikan. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan sesi, didorong oleh laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi dan penurunan harga minyak mentah.

Mengutip laporan CNBC Internasional, indeks Dow Jones melonjak 907,47 poin atau 1,71% mencapai 54.085,88, menandai rekor penutupan ATH baru. Sementara itu, S&P 500 melesat 1,79% ke level 7.736,52, juga mengukir rekor penutupan ATH. Nasdaq Composite tidak ketinggalan, membukukan kenaikan 2,59% hingga mencapai 26.584,99.

Penguatan pasar saham Amerika Serikat ini dipicu oleh optimisme investor terhadap musim laporan keuangan emiten yang menunjukkan kinerja solid. Data FactSet mencatat, lebih dari 84% perusahaan anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan mereka berhasil membukukan laba di atas prediksi analis.

Sentimen positif lainnya datang dari anjloknya harga minyak mentah. Penurunan ini terjadi seiring dengan munculnya harapan penyelesaian diplomatik atas konflik yang melibatkan Iran. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington sedang berdialog dengan Iran dan ada potensi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Harapan tersebut berdampak langsung pada harga minyak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 5,69% menjadi US$ 75,77 per barel, sementara Brent melemah 5,26% ke level US$ 79,36 per barel.

Dari sisi kinerja emiten, saham Palantir Technologies mengalami lonjakan sebesar 29% setelah melaporkan kinerja kuartal II yang jauh melampaui ekspektasi. Kinerja positif ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Sektor produsen chip juga melanjutkan tren penguatan, dengan saham Micron Technology naik lebih dari 7% dan Marvell Technology melesat hampir 13%.

Optimisme Prospek Ekonomi

Pada indeks Dow Jones, Caterpillar menjadi salah satu kontributor kenaikan terbesar. Perusahaan membukukan laba kuartal II di atas perkiraan dan bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan mereka. Caterpillar juga melaporkan peningkatan permintaan alat berat untuk pembangunan pusat data AI.

Secara sektoral, saham-saham di sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 4%. Sektor industri dan material menyusul dengan kenaikan hampir 2%. Sektor keuangan juga turut menguat 0,9%, dengan saham Goldman Sachs mencatatkan kenaikan lebih dari 2%.

Analis dari Macquarie Group, Thierry Wizman, menilai reli yang terjadi di Wall Street mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan potensi laba perusahaan. Menurutnya, kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi di bidang AI mulai mereda seiring dengan keberhasilan sejumlah perusahaan teknologi membukukan kinerja keuangan yang kuat.