Detak Media — JAKARTA – Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menaikkan gajinya sebesar 525 persen urung terlaksana. Kenaikan gaji fantastis ini bergantung pada keberhasilan wacana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Menurut laporan The Times, FIFA sejatinya berencana membentuk sebuah anak usaha bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas ini akan bertugas mengelola berbagai aspek komersial Piala Dunia, termasuk hak siar, penjualan tiket, hingga kemungkinan penjualan saham turnamen tersebut kepada pihak eksternal.
Namun, wacana pembentukan FFE dan potensi keuntungan yang menyertainya menuai banyak penolakan. Jika FFE berhasil didirikan, Gianni Infantino diperkirakan akan menerima kenaikan gaji yang sangat signifikan. Gaji tahunannya yang saat ini berada di angka 2,6 juta Euro atau sekitar Rp 53 miliar, berpotensi melonjak menjadi 26 juta Euro atau setara Rp 539 miliar per tahun.
Penolakan terhadap wacana FFE datang dari mayoritas 211 negara anggota FIFA yang melakukan pemungutan suara. Setengah lebih dari anggota tersebut memberikan suara menentang rencana tersebut. Akibatnya, posisi Gianni Infantino sebagai presiden FIFA kini juga menghadapi ketidakpastian.
FIFA dijadwalkan akan menggelar kongres untuk pemilihan presiden baru pada Maret 2027 di Maroko. Sebelumnya, Infantino dianggap sebagai kandidat kuat untuk kembali memimpin, namun dukungan terhadapnya kini mulai berkurang. Salah satu indikasi penurunan dukungan terlihat dari absennya Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam final Piala Dunia 2026, menyusul ketegangan yang telah berlangsung antara UEFA dan FIFA selama beberapa tahun terakhir.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.