Detak Media — Nyonya – Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) tengah memperkuat diri dalam menghadapi rencana Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menjual saham Piala Dunia. Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, menyatakan bahwa situasi ini merupakan konflik total.
UEFA secara tegas menolak rencana FIFA yang ingin melepas saham Piala Dunia dan turnamen besar lainnya kepada investor swasta. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran mengenai komersialisasi sepak bola yang semakin intens dan potensi campur tangan investor dalam urusan sepak bola, meskipun FIFA telah memberikan jaminan sebaliknya.
Selain itu, kekhawatiran lain yang muncul adalah potensi penambahan jadwal pertandingan yang semakin padat, yang dapat mengancam kondisi fisik para pemain yang saat ini telah dibebani jadwal padat sepanjang musim.
Giovanni Malago menjelaskan bahwa UEFA sedang mengonsolidasikan para anggota untuk memperkuat posisinya. “Kemarin malam, sekretaris jenderal UEFA meminta saya ikut dalam panggilan video dengan liga-liga paling prestisius di Eropa, seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris. Itu menunjukkan seberapa besar UEFA menganggap kami,” ujar Malago.
Malago menambahkan bahwa ia juga menerima dokumen terkait proyek FIFA tersebut. “Saya juga menerima serangkaian dokumen terkait proyek (FIFA) ini, sebut saja begitu, yang mana jujur saja tidak biasa dari FIFA. Pastinya selama panggilan video, Presiden Ceferin (UEFA) menolak banget rencana itu,” katanya.
Lebih lanjut, Malago menyebutkan akan ada pertemuan lanjutan. “Besok akan ada pertemuan, saya tak bisa bilang itu formal atau bukan, dengan semua federasi di Eropa. Saya sudah melihat sejumlah posisi yang kuat, bahkan di luar dunia sepakbola,” tuturnya.
“Tidak ada keraguan bahwa situasi UEFA dan FIFA ini konflik total. Kami sudah tahu memang begitu, tapi ini menciptakan batasan yang tidak bisa diatasi antara dua dunia tersebut,” tegas Malago.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.