Detak Media — JAKARTA – Wacana penjualan saham Piala Dunia oleh FIFA memicu penolakan keras dari UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut bahkan mengancam akan memboikot turnamen akbar itu jika FIFA tetap melanjutkan rencananya.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berencana mendirikan perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE) untuk menampung penjualan saham Piala Dunia. Perusahaan ini akan membuka peluang bagi investor swasta, yang dipimpin oleh Thrive Eternal, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat. Negara-negara anggota FIFA juga berkesempatan membeli saham minoritas dan mendapatkan pemasukan tambahan.
Namun, UEFA secara tegas menolak gagasan tersebut. Dalam pernyataannya, UEFA menilai FIFA telah melampaui batas dengan berencana menjual saham Piala Dunia. “Jiwa dan tata kelola sepakbola bukanlah aset untuk diperdagangkan — terutama dengan transparansi nol mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. Kita semua bukan pemilik sepakbola. Bukan hak FIFA buat menjual itu,” tegas UEFA.
Mark Palios, mantan kepala eksekutif FA, berpendapat bahwa UEFA memiliki kekuatan besar untuk menekan FIFA jika ancaman boikot tersebut benar-benar dijalankan. Tekanan ini bisa datang dari tim-tim raksasa Eropa yang menolak tampil di Piala Dunia.
“Tiga dari empat negara teratas dalam ranking FIFA adalah negara Eropa. Jika tiba-tiba negara-negara besar seperti Spanyol, Prancis, Inggris, Jerman, Portugal tidak akan pergi ke Piala Dunia, maka Piala Dunia berikutnya akan menjadi bencana,” ungkap Palios kepada BBC.
Palios menambahkan, di situlah letak kekuatan tekanan yang bisa diberikan oleh UEFA. Ia menilai wacana FIFA saat ini masih terasa bias dan mendesak UEFA untuk segera mengambil langkah tegas.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.