— JAKARTA – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (Trimegah) meluncurkan pembaruan aplikasi investasi digital Trima+. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyajikan pengalaman investasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan investor yang terus berkembang.

Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, mendorong kebutuhan investor yang lebih dari sekadar kemudahan transaksi. Investor masa kini memerlukan akses ke berbagai instrumen investasi, informasi pasar real-time, serta platform yang andal dalam mendukung setiap tahapan perjalanan investasi mereka.

Melalui Trima+, Trimegah mengembangkan fitur-fitur untuk menjawab kebutuhan tersebut dan memberikan pengalaman investasi yang lebih seamless.

“Kebutuhan investor terus berkembang. Saat ini mereka tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga akses terhadap berbagai instrumen investasi dan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan investasi. Melalui Trima+, kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan dapat mendukung investor dalam setiap tahap investment journey mereka,” jelas Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Anung Rony Hascaryo, Rabu (30/7/2026).

Sebagai All-in-One Investment Platform, Trima+ kini memungkinkan investor untuk mengakses saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu aplikasi. Pembaruan ini juga mencakup antarmuka pengguna (UI/UX) yang lebih modern, registrasi dalam aplikasi yang lebih praktis, serta berbagai penyempurnaan lain yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan investor.

Salah satu pengembangan utama dalam pembaruan Trima+ adalah fitur transaksi obligasi. Fitur ini memberikan akses kepada investor ritel untuk bertransaksi obligasi korporasi, Surat Berharga Negara (SBN), hingga obligasi pasar sekunder.

Trimegah menjadi perusahaan sekuritas pertama di pasar modal Indonesia yang menawarkan layanan pembelian IPO obligasi korporasi secara daring melalui aplikasi Trima+. Selain itu, Trima+ juga menjadi platform pertama yang menyediakan transaksi obligasi di pasar sekunder dengan mekanisme Bid & Offer. Mekanisme ini memungkinkan investor untuk menetapkan harga beli atau jual sesuai target investasi yang diinginkan. Fitur ini melengkapi pilihan instrumen investasi di Trima+, memberikan investor lebih banyak alternatif untuk membangun portofolio sesuai tujuan dan profil risiko.

Peluncuran fitur obligasi ini juga didorong oleh potensi pengembangan pasar obligasi ritel di Indonesia yang masih besar. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 28,9 juta per Juni 2026. Namun, proporsi investor obligasi baru berkisar 5,32%, mengindikasikan masih ada ruang signifikan untuk pertumbuhan partisipasi investor pada instrumen pendapatan tetap.

Obligasi, sebagai salah satu instrumen investasi, menawarkan alternatif diversifikasi portofolio melalui karakteristik pendapatan yang lebih rutin dan pergerakan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya. Melalui Trima+, investor dapat mengakses berbagai pilihan obligasi dengan mekanisme transaksi yang transparan, yang dapat disesuaikan dengan strategi investasi dan kebutuhan masing-masing.