— JAKARTA – Perdagangan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi fantastis pada Senin, 3 Agustus 2026. Total nilai transaksi mencapai Rp 910 miliar.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 17.500.000 lot saham emiten Grup Bakrie ini diperdagangkan di harga Rp 520 per saham dalam satu kali transaksi di pasar negosiasi. BRMS sendiri merupakan entitas dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan terkait transaksi negosiasi saham emiten yang bergerak di sektor emas tersebut.

Sementara itu, di pasar reguler BEI, harga saham Bumi Resources Minerals terpantau stagnan di angka Rp 560.

Sebelumnya, BRMS melaporkan penurunan penjualan pada semester I-2026 menjadi US$ 95,79 juta, berbanding US$ 120,84 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga mengalami penurunan menjadi US$ 13,28 juta dari sebelumnya US$ 22,26 juta.

Menanggapi hal ini, Agoes Projosasmito, Presiden Direktur & Chief Executive Officer BRMS, menyatakan keyakinannya untuk mengatasi tantangan yang ada. Ia optimis dapat meningkatkan produksi serta hasil keuangan pada paruh kedua tahun 2026. “Kami juga berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan peningkatan kapasitas pabrik emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat tahun 2026. Selain itu, kami berharap dapat mulai menambang bijih bermutu tinggi (3,5 – 4,9 g/t) dari lokasi penambangan bawah tanah kami pada semester kedua tahun 2027,” paparnya dalam keterangan resmi.