Detak Media — JAKARTA – Lonjakan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang mencapai sekitar 274% dalam sebulan terakhir memang berpotensi meningkatkan valuasi aset PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Namun, dampaknya terhadap harga saham induk tidak serta merta bersifat langsung.
Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa kepemilikan mayoritas VIVA di MDIA sebesar 80,73% secara teoritis membuat setiap kenaikan kapitalisasi pasar MDIA menambah nilai investasi di laporan keuangan VIVA.
“VIVA memiliki kepemilikan mayoritas di MDIA, sehingga secara valuasi kenaikan kapitalisasi pasar MDIA tentu akan meningkatkan nilai investasi VIVA. Namun, pasar akan melihat apakah kenaikan ini bisa dikonversi menjadi peningkatan nilai bagi pemegang saham melalui kinerja operasional atau aksi korporasi ke depan,” ujarnya, Kamis (06/08/2026).
Meskipun demikian, Abdul Aziz menegaskan bahwa investor tidak bisa hanya mengandalkan pergerakan harga saham anak usaha dalam menilai prospek saham induk. Menurutnya, faktor fundamental tetap menjadi penentu utama.
“Investor perlu mempertimbangkan kinerja operasional, prospek pertumbuhan, struktur keuangan, arus kas, serta strategi perseroan dalam mengoptimalkan aset,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum terdapat katalis material yang menjelaskan lonjakan harga MDIA. Manajemen MDIA sebelumnya juga telah menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi.
Perseroan juga menegaskan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan. Kondisi ini menyebabkan BEI sempat menghentikan sementara perdagangan saham MDIA untuk periode cooling down sebelum kembali dibuka.
Analis menilai pergerakan harga MDIA saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika pasar, sehingga berpotensi disertai volatilitas tinggi. “Investor perlu berhati-hati terhadap kenaikan harga dalam waktu singkat. Keputusan investasi sebaiknya tetap berbasis fundamental dan prospek jangka panjang,” tuturnya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.