Detak Media — JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami lonjakan signifikan sebesar 6,55% dan ditutup pada level Rp 179 pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Perdagangan saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini tercatat sangat aktif.
Sebanyak 4,55 miliar saham BUMI diperdagangkan melalui 72.892 frekuensi transaksi dengan total nilai mencapai Rp 799,40 miliar. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya net buy senilai Rp 175 miliar pada saham BUMI, menjadikannya yang tertinggi di antara saham-saham lain yang diborong investor.
Volume perdagangan saham Bumi Resources menunjukkan perubahan drastis dibandingkan hari sebelumnya. Pada Selasa (4/8/2026), hanya tercatat 1,34 miliar saham yang ditransaksikan dengan nilai Rp 224,53 miliar, dan harga sahamnya pun cenderung stagnan.
Lonjakan ini terjadi setelah PT Bumi Resources Tbk memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi perusahaan pertambangan asal Australia, Loyal Metals Limited. Klarifikasi ini merupakan tanggapan atas permintaan penjelasan dari BEI.
Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani scheme implementation deed (SID) dengan Loyal Metals Limited. Perjanjian ini merupakan kerangka awal untuk memulai proses akuisisi.
“Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham,” ungkap Sri dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Dia menambahkan, penyelesaian transaksi akuisisi ini masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan atau conditions precedent. Beberapa persyaratan tersebut antara lain persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals serta pemenuhan proses dan ketentuan hukum yang berlaku di Australia.
“Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan,” terang Sri.
Loyal Metals Limited (ASX: LLM) sendiri merupakan perusahaan eksplorasi sumber daya asal Australia yang memiliki fokus pada mineral kritis, tembaga, dan emas. Proyek utamanya meliputi Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland serta aset litium.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.