Detak Media — Dalam lanskap investasi yang dinamis, pembaruan kinerja perusahaan dan pergerakan pasar menjadi sorotan utama. Investor.id merangkum lima berita ekonomi paling populer yang relevan bagi para pelaku pasar hingga Rabu (29/7/2026).
Saham Bank Mandiri (BMRI) Tawarkan Peluang Menarik
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil melampaui ekspektasi dengan mencatatkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATMI) yang melonjak 24,4% secara tahunan pada semester I-2026. Meskipun tergolong sebagai saham ‘mewah’, BMRI kini menawarkan harga yang menarik di lantai bursa.
Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Stabilitas dan Penguatan
Pada Rabu, 29 Juli 2026, harga emas perhiasan menunjukkan tren yang beragam. Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi mempertahankan harganya, sementara Laku Emas mencatat penguatan. Pergerakan ini dipengaruhi oleh permintaan global, fluktuasi mata uang, dan kebijakan bank sentral terkait cadangan emas.
Laba PT Timah (TINS) Melonjak Signifikan
PT Timah Tbk (TINS) melaporkan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 2,7 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis sebesar 804% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar. Laba per saham TINS juga melesat dari Rp 40 menjadi Rp 364.
Influencer Kripto Jual Ferrari Demi Borong Bitcoin (BTC)
Seorang influencer media sosial dan investor kripto ternama, Carl Runefelt, yang dikenal dengan nama panggung “The Moon”, menarik perhatian dengan keputusannya menjual dua mobil supercar Ferrari senilai Rp 45 miliar. Dana tersebut ia alokasikan untuk membeli Bitcoin (BTC) di tengah koreksi harga atau yang dikenal dengan istilah ‘buy the dip’. Runefelt dikenal melalui konten edukasi kripto dan gaya hidup mewahnya.
Kinerja Kuat BCA (BBCA) Hasilkan Target Harga Baru
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja keuangan yang sesuai dengan ekspektasi pada kuartal II-2026, dengan laba bersih mencapai Rp 14,9 triliun. Angka ini relatif stabil secara kuartalan maupun tahunan. Penurunan biaya pencadangan berhasil mengimbangi kenaikan beban operasional, sehingga memunculkan target harga baru untuk saham BBCA.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.