— PSS Sleman secara resmi memperkenalkan rekrutan terbarunya, Matheus Fornazari Custodio, pada Kamis (30/7/2026) siang WIB. Pemain asal Brasil ini berpostur menjulang setinggi 2,03 meter dan diproyeksikan menjadi andalan lini serang PSS Sleman di Super League musim 2026/2027.

Kehadiran Fornazari diharapkan dapat mendongkrak ketajaman lini depan tim berjuluk Super Elja tersebut. “Seorang penyerang raksasa. Siap bertarung, penuh tekad, dan memanfaatkan setiap peluang. Selamat datang, Matheus Fornazari,” tulis PSS dalam unggahan akun Instagram resmi klub.

Fornazari menjadi pemain keempat yang diperkenalkan PSS untuk menghadapi musim kompetisi mendatang. Sebelumnya, PSS telah mengumumkan kedatangan Hanif Sjahbandi, Hiromu Tanaka, dan Dimas Drajad. Sebenarnya, Fornazari telah terlihat mengikuti sesi latihan PSS sejak Rabu (22/7/2026) bersama tiga pemain asing lainnya.

Sesuai Filosofi Pelatih

Pelatih PSS, Pieter Huistra, menyatakan bahwa perekrutan Fornazari merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang. Menurutnya, setiap pemain baru dipilih berdasarkan filosofi permainan yang ingin ia terapkan bersama tim di musim depan.

“Kami punya filosofi yang jelas. Kami ingin bermain menyerang, menguasai bola. Jadi kami membutuhkan pemain yang cocok dengan cara bermain itu,” ujar Huistra.

Pelatih asal Belanda itu menambahkan bahwa ia bersama tim pelatih dan manajemen telah menonton banyak video pemain. “Proses seleksinya cukup panjang, tapi saya rasa hasilnya bagus. Kami mendapatkan pilihan pemain yang baik. Yang paling penting, mereka semua sesuai dengan gaya bermain yang kami inginkan,” imbuhnya.

Pengalaman Internasional

Sepanjang kariernya, Matheus Fornazari lebih banyak menghabiskan waktu di Brasil dengan memperkuat berbagai klub, termasuk di level junior seperti Parana U-20 dan Taubate U-20, serta klub senior seperti Rio Preto-SP, Marcilio Dias, Barueri B, Uniao Beltrao, AA Francana, Vilhena, Flamengo-PI, hingga Rio Branco-PR.

Striker berusia 30 tahun ini juga pernah merasakan atmosfer kompetisi di luar Brasil. Ia sempat bermain untuk GD Interclube di Liga Angola, serta dua klub Portugal, yaitu Louletano dan Coimbroes. Perjalanannya berlanjut ke Thailand, di mana ia membela Sukhothai FC dan BG Pathum United.

Pengalaman internasional ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Fornazari dalam menghadapi persaingan di Liga Indonesia. Musim lalu bersama BG Pathum United, Fornazari tampil dalam 24 pertandingan di berbagai ajang, mencetak 10 gol, dan memberikan satu assist.