Detak Media — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan potensi penguatan dalam jangka pendek, dengan target resistensi yang diproyeksikan oleh analis.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya untuk perdagangan Jumat (31/7/2026) menetapkan target terdekat saham BBCA pada rentang harga Rp 6.575 hingga Rp 6.700.
Secara analisis teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support untuk saham BBCA berada di level Rp 6.325. Rekomendasi yang diberikan adalah ‘spec buy’ dengan batas kerugian (cutloss) jika harga menembus di bawah Rp 6.200. Jika harga tidak menembus support di Rp 6.325, maka potensi kenaikan dalam jangka pendek ke Rp 6.575-Rp 6.700 sangat terbuka.
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA tercatat menguat signifikan sebesar 2,7% dan ditutup pada level Rp 6.450.
Dalam pergerakan harga satu pekan terakhir, saham BBCA telah mengalami kenaikan sebesar 2,7%. Jika dilihat dalam satu bulan terakhir, kenaikannya mencapai 8,8%. Namun, secara year to date (ytd), saham BBCA masih mencatat penurunan sebesar 20,1%.
Data dari Stockbit menunjukkan adanya aktivitas pembelian bersih oleh investor asing (net buy) pada saham BBCA senilai Rp 317,4 miliar pada perdagangan Kamis (30/7/2026).
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.