— Nyon – Presiden FIFA, Gianni Infantino, dilaporkan menggelar rapat darurat di Maroko pada Rabu (5/8) waktu setempat. Tindakan ini diambil di tengah meningkatnya desakan agar dirinya mengundurkan diri dari jabatannya.

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat senior FIFA. Menurut laporan Sky Sports, pertemuan ini digelar sebagai respons atas tekanan yang dihadapi Infantino menyusul wacana penjualan saham Piala Dunia.

Sebelumnya, Infantino mengusulkan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola aspek komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia. Melalui FFE, Piala Dunia, sebagai ajang sepak bola terbesar, rencananya akan ditawarkan kepada pihak swasta dengan melepas sebagian sahamnya.

Rencana ini menuai penolakan keras dari banyak anggota FIFA, membuat posisi Infantino semakin terdesak dan mulai kehilangan dukungan. Boikot ini muncul bertepatan dengan niat Infantino untuk maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA periode keempat, yang akan berlangsung dari 2027 hingga 2031.

Beberapa asosiasi anggota FIFA telah menyatakan penolakan mereka terhadap pencalonan kembali Infantino. Kekhawatiran tidak hanya datang dari negara anggota, tetapi juga dari kalangan internal FIFA.

Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan rasa syukurnya bahwa proyek FFE tidak jadi dilaksanakan. Sementara itu, Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA, Arsene Wenger, turut menyindir kepemimpinan saat ini dengan harapan adanya ‘komitmen, transparansi, dan integritas’ di badan independen seperti FIFA.

Saat ini, Gianni Infantino tengah melakukan konsolidasi internal. Upaya ini dinilai sebagai bentuk perlawanan untuk mempertahankan posisinya dalam perebutan kursi nomor satu di FIFA.