Detak Media — Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional. Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, dilaporkan berencana untuk maju dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret 2027. Langkah ini akan menempatkannya sebagai penantang serius bagi petahana, Gianni Infantino.
Informasi ini pertama kali dibagikan oleh Reuters, mengutip laporan dari The i Paper. Disebutkan bahwa Montagliani tengah melakukan persiapan matang untuk menantang Infantino dalam kongres FIFA mendatang. Pihak Reuters sendiri telah berupaya meminta konfirmasi resmi dari CONCACAF terkait laporan tersebut.
Gianni Infantino, yang saat ini menjabat sebagai Presiden FIFA, sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri pada pemilihan berikutnya. Pria asal Swiss ini menargetkan periode keempatnya setelah memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut sejak tahun 2016.
Pencalonan Infantino kembali datang di tengah gelombang reaksi negatif yang ia hadapi. Wacananya untuk menjual saham Piala Dunia menuai kritik keras dari berbagai pihak. Infantino mengusulkan pembentukan sebuah perusahaan baru yang akan mengundang investor swasta untuk terlibat dalam penyelenggaraan turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Sebagai imbalan, Infantino menjanjikan aliran dana yang signifikan bagi anggota FIFA jika mereka menyetujui rencana tersebut. Anggota FIFA telah diberi tenggat waktu hingga September untuk memberikan keputusan mereka.
Wacana penjualan saham Piala Dunia tersebut sontak mendapat penolakan keras. Sejumlah konfederasi besar di bawah FIFA, termasuk UEFA (Eropa), AFC (Asia), dan CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), secara terbuka menyatakan keberatan mereka. Meskipun demikian, penolakan dari CONCACAF dilaporkan tidak seketat UEFA, yang bahkan sempat mengancam boikot Piala Dunia 2030.
Dalam rapat yang digelar pada Kamis (30/6) waktu setempat, CONCACAF secara resmi menyatakan penolakannya terhadap usulan penjualan saham Piala Dunia. Namun, alasan yang diungkapkan serupa dengan UEFA dan beberapa anggota FIFA lainnya, yakni kekecewaan terhadap proses yang dianggap tidak transparan dalam memunculkan wacana tersebut.
Meskipun FIFA pada akhirnya resmi mencabut usulan penjualan saham Piala Dunia, citra Gianni Infantino telah terlanjur terkoreksi. Pemilihan presiden tahun depan diprediksi akan menjadi pertaruhan penting bagi masa depannya di pucuk pimpinan organisasi sepak bola dunia.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.