Detak Media — SEMARANG – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Semarang dan Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026) untuk memantau program pembangunan nasional. Dalam kunjungan tersebut, Presiden meresmikan hasil pemugaran Stasiun Semarang Tawang dan menjajal kereta api mewah terbaru, Nusantara Explorer.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemugaran Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo kepada Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin pada tahun 2025. Stasiun yang merupakan cagar budaya bersejarah sejak 1914 ini baru pertama kali dipugar secara resmi.
Proses renovasi tahap pertama cagar budaya ini dikerjakan oleh PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, dimulai pada 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Langkah ini bertujuan mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya sesuai rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan pembangunan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Perbaikan tidak hanya mengembalikan estetika sejarah sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, tetapi juga menata ruang tunggu luxury, ruang VIP, serta meningkatkan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir rob.
Menjajal Kereta Mewah dan Akad KPR Massal
Usai meresmikan stasiun, Presiden Prabowo menaiki Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kabupaten Batang. Kereta luxury sleeper train ini merupakan hasil modifikasi PT KAI yang dirancang menyerupai hotel bintang lima. Kereta ini menawarkan pengalaman perjalanan premium melalui tiga tipe kelas: Signature Class, Advance Class, dan Compact Class.
Teddy menambahkan bahwa kereta ini adalah wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat. Setibanya di Batang, Presiden Prabowo meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 unit rumah KPR Subsidi yang digelar serentak di 165 titik di 372 kabupaten/kota dari 36 provinsi.
Modernisasi infrastruktur transportasi publik dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam merevitalisasi aset cagar budaya sekaligus menghadirkan armada transportasi modern kelas dunia mencerminkan transformasi layanan perkeretaapian nasional. Pelaksanaan akad massal puluhan ribu unit KPR subsidi menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan backlog perumahan di Indonesia.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.