— JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyambut lebih dari 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang datang dari berbagai penjuru Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026). Momen ini menandai pertemuan bersejarah, di mana untuk pertama kalinya ratusan peneliti BRIN berkumpul di Istana Negara sambil memamerkan langsung berbagai hasil riset strategis mereka.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kehadiran para peneliti ini bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan juga untuk memamerkan berbagai inovasi unggulan yang dirancang secara khusus guna memenuhi kebutuhan nasional. “Untuk pertama kalinya juga, dengan membawa dan memamerkan hasil-hasil riset dan inovasi strategis yang dibuat langsung oleh para periset untuk diperlihatkan langsung kepada bapak presiden,” ujar Teddy.

Tinjau 15 Booth dan Inovasi Teknologi

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo secara langsung meninjau 15 booth pameran yang menampilkan beragam inovasi. Salah satu yang dipamerkan adalah unit mobil Arsinum (Air Siap Minum), sebuah fasilitas pemurni air yang dirancang untuk menyediakan air minum langsung bagi masyarakat.

Berbagai hasil riset dan teknologi yang dipamerkan mencakup sektor-sektor vital bangsa. Sektor-sektor tersebut meliputi kedirgantaraan, keantariksaan, dan transportasi; teknologi nuklir, energi, mineral, serta logam tanah jarang; pengelolaan lingkungan hidup, sampah, perumahan, dan mitigasi bencana. Selain itu, dipamerkan pula inovasi di bidang kesehatan, pangan, pertanian, perikanan, pengembangan kampung nelayan, riset pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, warisan budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

Akselerasi Hilirisasi dan Kemandirian Bangsa

Melalui peninjauan dan arahan langsung dari Presiden Prabowo, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mempercepat hilirisasi hasil riset. Tujuannya adalah agar inovasi tidak hanya berhenti di ranah laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam industri dan kehidupan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemandirian nasional di berbagai sektor kunci, termasuk pangan, energi, kesehatan, dan pertahanan. Upaya hilirisasi hasil riset ini juga diharapkan dapat memperkuat daya saing teknologi Indonesia di kancah global, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.

BRIN sendiri dibentuk sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengintegrasikan seluruh kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan teknologi di Indonesia. Penguatan peran BRIN menjadi salah satu prioritas pemerintah demi memastikan keberlanjutan pembangunan yang berbasis pada ekonomi pengetahuan (knowledge-based economy).

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, optimalisasi riset nasional diarahkan secara spesifik untuk mendukung program-program strategis pemerintah. Program-program tersebut mencakup kemandirian pangan dan energi, penguatan industri pertahanan, hingga efektivitas implementasi program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan tatap muka di Istana Merdeka ini menegaskan komitmen nyata untuk menyinergikan kerja-kerja saintifik dengan kebijakan eksekutif guna mewujudkan kemandirian dan daya saing teknologi bangsa.