— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa 150 penelitinya ke Istana Negara untuk berdialog langsung dan menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, BRIN memamerkan sekitar 150 hingga 200 produk inovasi yang telah dikurasi, dirancang untuk menjawab berbagai persoalan strategis bangsa.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa inovasi yang dipamerkan terbagi dalam 12 klaster riset utama. Klaster tersebut mencakup sektor pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, hingga riset logam tanah jarang. BRIN juga menghadirkan hasil riset yang mendukung program nasional strategis, seperti pengembangan kampung nelayan dan program Makan Bergizi Gratis.

Salah satu inovasi unggulan di sektor energi yang menarik perhatian adalah teknologi Absorbed Natural Gas (ANG). Teknologi ini dinilai berpotensi menggantikan LPG karena dapat beroperasi pada tekanan rendah, kurang dari 30 bar. Penggunaan ANG diharapkan dapat menekan impor dan menghemat devisa negara.

Di bidang ketahanan pangan, BRIN menampilkan varietas unggul padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Pameran ini juga disertai dengan demonstrasi peralatan pertanian modern. Untuk memastikan distribusi benih unggul ini ke masyarakat, BRIN terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Presiden Prabowo dijadwalkan berkeliling untuk meninjau langsung produk-produk riset dan berdialog dengan para perisetnya dalam pameran interaktif tersebut. Para peneliti dilaporkan sangat antusias atas kepercayaan dan arahan langsung dari Kepala Negara.

“Kami sangat mengingat pesan Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi adalah martabat bangsa. Beliau memiliki komitmen besar bahwa riset dan inovasi akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi Indonesia,” ujar Arif Satria dalam keterangannya pada Kamis (6/8/2026).

Selain memamerkan produk fisik, BRIN bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga menyampaikan perkembangan kerja sama dalam perumusan Peta Jalan Riset Indonesia hingga tahun 2045. Dokumen strategis ini disusun untuk menetapkan arah dan agenda riset nasional jangka panjang guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.