— JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program listrik desa yang telah berhasil menyediakan akses listrik di lebih dari 1.400 desa sepanjang tahun 2025. Peresmian ini akan dilaksanakan sebelum tanggal 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya percepatan pemerataan akses listrik secara nasional.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026). Bahlil melaporkan bahwa program pada tahun 2025 telah selesai dikerjakan untuk lebih dari 1.400 desa dan akan segera diresmikan oleh presiden dalam waktu dekat.

Bahlil menjelaskan bahwa secara nasional, masih terdapat sekitar 11 ribu desa yang belum memiliki akses listrik. Namun, angka tersebut terus berkurang berkat keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di lebih dari 1.400 desa sepanjang tahun 2025. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan program listrik desa hingga seluruh wilayah Indonesia mendapatkan akses energi yang memadai.

Untuk mendukung target ini, anggaran pelaksanaan program untuk periode 2026 hingga 2027 telah disiapkan. “Anggaran listrik desa 2026-2027 itu juga sudah ada. Jadi tidak ada isu menyangkut anggaran, sekarang tinggal implementasi,” tegas Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan agar seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat teraliri listrik pada periode 2029–2030. Target ambisius ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi nasional, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta memperluas pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.