Detak Media — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk dapat maju pesat, termasuk dalam meraih target lolos ke putaran final Piala Dunia. Pendekatan ilmiah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk kemajuan bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan kepada sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026). Ia menyoroti bahwa meskipun Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, capaian yang diraih belum sepenuhnya mencerminkan potensi tersebut, termasuk dalam prestasi sepak bola nasional.
Prabowo memberikan contoh keberhasilan Cape Verde yang berhasil menembus Piala Dunia meskipun dengan jumlah penduduk yang jauh lebih kecil. Hal ini menurutnya menunjukkan betapa pentingnya strategi yang tepat dalam membangun prestasi olahraga.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia mengapresiasi upaya Erick yang dinilai telah membawa Tim Nasional Indonesia semakin dekat dengan target lolos Piala Dunia. “Mungkin yang tersinggung Menpora, tapi beliau juga baru Menporanya. Atau enggak beliau kan sudah PSSI juga lumayan, tapi beliau sudah berjuang luar biasa. Kita hampir masuk kemarin ya, hampir masuk. Mungkin strateginya harus lebih pintar kita,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa kegagalan seharusnya tidak dijadikan ajang saling menyalahkan. Sebaliknya, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama mengidentifikasi akar permasalahan dan mempelajari praktik terbaik yang diterapkan oleh negara-negara lain.
Menurutnya, Indonesia perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, metode pendidikan olahraga, hingga strategi pengembangan talenta agar mampu bersaing di kancah internasional. “Jadi kita cari penyebabnya apa, baru kita berani berbuat,” tegasnya.
Sains dan Teknologi Jadi Kunci Kemajuan
Prabowo menilai bahwa kemajuan sebuah bangsa, termasuk di bidang olahraga, sangat erat kaitannya dengan penguasaan sains dan teknologi. “Jadi, bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sains dan teknologi,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa penguasaan sains dan teknologi harus didukung oleh kualitas pendidikan yang mumpuni. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan investasi di sektor pendidikan sebagai bagian strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Presiden menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan kondisi sekolah di berbagai daerah sekaligus membangun sekolah-sekolah unggulan bagi siswa yang memiliki prestasi. “Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum International Baccalaureate (IB). Dia harus sama dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia. Kita harapkan mereka diterima, kemudian lolos di universitas terbaik di dunia. Itu satu cara,” tuturnya.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dengan universitas-universitas terkemuka di dunia melalui berbagai skema, termasuk program bersama (joint program) dan kerja sama operasi (KSO).
Untuk mendukung penguasaan sains dan teknologi, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan (research and development/R&D). Pendanaan ini akan diperkuat melalui efisiensi anggaran, pemberantasan korupsi, penipuan (fraud), serta praktik under-invoicing yang selama ini dinilai mengurangi potensi penerimaan negara.
“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan, dari menghilangkan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan (fraud), under-invoicing,” pungkas Prabowo.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.