Detak Media — Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pejabat pemerintah daerah dan aparat keamanan, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga kepala kepolisian sektor (kapolsek), untuk turun langsung mengecek kebersihan sungai dan lingkungan setiap hari. Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif mewujudkan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Indonesia ASRI).
Instruksi tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal KPR Sejahtera Melalui Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Pemimpin Harus Hadir dan Memberi Teladan di Lapangan
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan sosok pemimpin yang hebat adalah mereka yang hadir langsung di tengah masyarakat dan peduli terhadap kondisi wilayahnya. Oleh karena itu, pimpinan daerah bersama jajaran TNI dan Polri di tingkat lokal diminta meluangkan waktu secara rutin untuk memantau lingkungan.
“Mereka yang harus tiap hari mengecek sungai, mengecek kali, itu baru pemimpin yang hebat. Anda punya sarana, saya tidak minta lima jam ke situ. Minimal tiap hari periksa, satu jam sehari keliling. Jadi, pemimpin di depan, pemimpin bersama rakyat,” tegas Prabowo, Kamis.
Selain melakukan pemantauan, presiden meminta para pejabat untuk tidak ragu menegur warga maupun pemilik usaha yang membuang sampah sembarangan atau mengotori lingkungan sekitar. Jika peringatan berulang tidak diindahkan, tindakan tegas akan diambil bersama tim gabungan.
“Berkali-kali ditegur tidak mau, ya sudah, panggil tim gabungan Kejaksaan sama Polri,” ujar Presiden Prabowo, disambut tawa dan tepuk tangan peserta acara.
Menjaga Kebersihan demi Kehormatan dan Ekonomi Bangsa
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN untuk menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan bukan sekadar urusan estetika, melainkan simbol kehormatan bangsa yang berdampak langsung pada sektor strategis, khususnya pariwisata.
Pemerintah menargetkan permasalahan sampah di Indonesia dapat terselesaikan secara menyeluruh pada akhir tahun 2027, sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah yang tidak terkelola di berbagai daerah.
“Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang kotor. Mereka tidak akan datang ke pantai yang penuh plastik, atau ke sungai yang dipenuhi sampah. Selain tidak sehat, kondisi itu juga mencederai harga diri bangsa,” tambah Presiden.
Guna memantapkan implementasi program Indonesia ASRI, pemerintah dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi khusus bersama para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia di Jakarta.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan Indonesia ASRI didasari oleh tantangan nyata pengelolaan sampah dan ancaman perubahan iklim yang dihadapi Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah per tahun, di mana sebagian besar limbah plastik masih belum terkelola dengan optimal dan berakhir menceramahi sungai hingga ekosistem lautan.
Di tengah ketidakpastian situasi global, pemerintah memandang keberlanjutan lingkungan hidup harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan energi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.