— Pasar emas perhiasan di Amerika Utara menyaksikan pergeseran motivasi konsumen dalam melakukan transaksi jual beli. Presiden House of Kahn Estate Jewelers, Tobina Kahn, melaporkan bahwa koreksi tajam harga emas batangan tidak lagi menjadi faktor utama yang mendorong penjualan emas perhiasan lama.

Menurut Kahn, lonjakan harga emas di dekat level US$ 5.600 per troy ounce pada Januari lalu sempat memicu aksi jual karena kepanikan. Namun, situasi tersebut kini telah mereda. Pasar saat ini lebih didorong oleh keputusan keuangan yang praktis dan perubahan selera, terutama di kalangan generasi muda yang menerima warisan perhiasan.

“Meskipun harga emas turun, kami masih cukup sibuk. Saya pikir pada bulan Januari lebih seperti, ‘Saya ingin masuk, saya ingin masuk,’ karena orang-orang khawatir dengan harga yang sangat tinggi. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi,” kata Kahn kepada Kitco News.

Kahn menjelaskan bahwa bisnis emas perhiasan hasil warisan kini tidak lagi digerakkan oleh kekhawatiran anjloknya harga emas. Sebaliknya, banyak pelanggan melihat perhiasan yang tidak terpakai sebagai aset yang dapat diubah menjadi uang tunai untuk tujuan yang lebih produktif.

Salah satu tren terbesar yang diamati Kahn adalah meningkatnya jumlah konsumen muda yang membawa emas perhiasan warisan dari orang tua dan kakek-nenek mereka. Ia mencontohkan salah satu pelanggannya yang menerima sekitar US$ 16.000 dari hasil penjualan emas perhiasan 18 karat sepanjang 18 inci.

“(Tren) ini seperti, ‘Saya butuh uang. Mari kita lihat apa yang nenek berikan kepada saya yang tidak saya gunakan lagi,” ucapnya. “Tagihan perawatan kesehatan, biaya hidup, kuliah, hingga mobil baru; masyarakat kini menggunakan uang untuk hal yang lebih bermanfaat. Populasi yang lebih tua telah meninggal dunia. Anak-anak atau cucu mewarisi emas perhiasan ini; namun itu bukan pilihan dan selera mereka. Mereka datang untuk menjualnya untuk melakukan sesuatu yang lain dengan uang itu,” tambah Kahn.

Alih-alih menunggu harga emas kembali mencapai rekor tertingginya, para penjual ini melikuidasi barang-barang yang tidak lagi sesuai dengan tren mode modern. Kahn mencatat bahwa para penjual emas di kalangan usia muda saat ini umumnya kurang khawatir tentang fluktuasi harga emas di masa depan.

“Saya rasa tidak ada yang menunggu harga emas mencapai US$ 5.000 per troy ounce karena tidak ada yang mengira itu akan terjadi. Mereka melihatnya secara matematis: Berapa banyak yang bisa saya dapatkan untuk itu, dan dapatkah saya menggunakan uang ini untuk hal yang lebih baik?,” jelasnya.