— TANGERANG – Sektor pariwisata yang menunjukkan geliat positif dengan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 7,7% pada 2025 lalu, turut mendongkrak pertumbuhan penjualan kendaraan niaga. Menjawab kebutuhan pasar tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan bus andalan mereka di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

PT KTB memperkenalkan New Canter Bus FE 84G BCL, yang dipasarkan dengan nama Canter Extra Long Bus. Kendaraan ini dijual mulai dari Rp 469,3 juta off the road sasis Jabodetabek, belum termasuk karoseri. Peluncuran ini ditujukan untuk menyasar sektor pariwisata yang sedang tumbuh pesat di Indonesia.

Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menjelaskan bahwa peluncuran varian bus ini didorong oleh pertumbuhan industri pariwisata, meningkatnya kebutuhan angkutan penumpang, serta perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah. “Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Canter extra long bus hadir sebagai solusi investasi yang tepat bagi pelaku usaha transportasi,” ujar Aji dalam peluncuran di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026).

Presiden Direktur PT KTB, Daisuke Okamoto, menyoroti pergeseran perilaku konsumen kendaraan niaga. Jika sepuluh tahun lalu fokus utama adalah spesifikasi seperti kapasitas angkut dan performa, kini konsumen juga mempertimbangkan Total Cost of Ownership (TCO) serta solusi bisnis jangka panjang. “Seiring berkembangnya kebutuhan ini, demikian pula pendekatan kami juga berubah —yaitu, menghadirkan teknologi dan solusi baru untuk terus selangkah lebih maju,” ucap Okamoto.

Canter Extra Long Bus memiliki wheelbase 4,2 meter dan panjang total 7,5 meter dengan bobot total 8 ton. Bus ini mengandalkan mesin diesel 136 TK dengan final gear ratio 5.428. Mitsubishi Fuso didukung oleh 223 jaringan dealer resmi, 19 bengkel siaga 24 jam, dan 22 spare part depo untuk layanan purnajual.

Luncurkan Bus RM 280 ABS Retarder

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) juga memanfaatkan GIIAS 2026 untuk memperkenalkan Bus RM 280 ABS Retarder. Inovasi ini menawarkan peningkatan keselamatan dan kenyamanan bagi transportasi penumpang, sejalan dengan tema ‘Hino untuk Indonesia – Penggerak Transportasi Negeri’.

President Director HMSI, Shingo Sakai, menyatakan bahwa Hino berkomitmen menjadi mitra bisnis pelanggan, memastikan armada tetap produktif dan operasional berjalan lancar. Bus RM 280 ABS Retarder menggunakan mesin diesel Euro 4 J08E-WD berkapasitas 7.684 cc dengan tenaga 280 PS.

Model terbaru ini dibekali electromagnetic retarder sebagai sistem pengereman tambahan yang sangat membantu di jalan menurun. Hino juga mempertahankan penggunaan sasis space frame yang memungkinkan ruang bagasi bawah lebih luas dengan desain tembus dari sisi kiri ke kanan. Kombinasi fitur ini dinilai cocok untuk kebutuhan operator bus pariwisata maupun angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

Perkuat Layanan Purnajual

Penjualan kendaraan niaga di Indonesia menunjukkan tren positif. Direktur Solusi Bisnis dan LCV Business PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi, menekankan pentingnya penguatan layanan purnajual sebagai strategi utama. Isuzu menambah 22 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) tahun ini, sehingga total armada BIB mencapai sekitar 166 unit dengan investasi Rp 8 miliar.

Isuzu juga didukung oleh jaringan purnajual yang terdiri dari 129 outlet 3S (sales, service, spare parts), empat Part Depot, 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop di berbagai wilayah Indonesia. Fokus Isuzu adalah memastikan kendaraan pelanggan tetap beroperasi untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

Kinerja Pasar Kendaraan Niaga

Berdasarkan Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan niaga secara wholesales mencapai 114.154 unit pada semester I 2026, melonjak 59,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kinerja pasar pada paruh kedua tahun ini diperkirakan lebih baik.

Presiden Direktur PT IAMI, Anton Rusli, menyebut proyek pemerintah, seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi pendorong utama permintaan kendaraan niaga di semester pertama. Selain itu, Isuzu juga mulai melihat permintaan dari konsumen ritel membaik, yang diharapkan dapat menambah dorongan pertumbuhan pasar pada paruh kedua tahun ini.