Detak Media — Lisbon – Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, menyuarakan ketidakpuasannya terhadap manuver Presiden FIFA Gianni Infantino belakangan ini. Figo secara terbuka mendesak Infantino untuk mundur dari jabatannya.
Sorotan tajam terhadap Infantino muncul menyusul rencananya untuk mengelola aspek komersial turnamen FIFA melalui proyek FIFA Forward Enterprise. Rencana ini mendapat penolakan keras dari banyak anggota FIFA. Meskipun akhirnya dibatalkan, Infantino dilaporkan telah kehilangan banyak dukungan dan kini menghadapi desakan untuk mundur.
Alih-alih mengambil tanggung jawab atas masalah yang timbul, Infantino dikabarkan menggelar rapat darurat FIFA di Casablanca. Rapat ini diduga kuat sebagai upaya Infantino untuk menggalang dukungan menjelang Kongres FIFA 2027 agar dapat terpilih kembali sebagai presiden. Bahkan, Infantino dilaporkan turut menjanjikan Maroko sebagai tuan rumah final Piala Dunia 2030.
Situasi yang dianggap tidak kondusif di tubuh FIFA ini memicu kemarahan sejumlah pelaku sepak bola. Salah satunya adalah Luis Figo, yang menjadi salah satu pesepakbola senior pertama yang secara publik mengkritik Infantino.
Dalam sebuah surat terbuka yang diunggah di akun Instagramnya, Figo, yang kini berusia 54 tahun, menyatakan tuntutannya agar Infantino mundur.
“Saya mencintai sepakbola sepanjang hidup saya. Saya adalah pemain profesional selama 20 tahun. Dan percayalah, saya telah bertemu dengan beberapa orang licik semasa saya bermain,” ujar Figo dalam surat terbukanya.
“Tetapi apa yang saya lihat dalam 10 hari terakhir adalah perilaku yang paling rendah, paling menipu, dan mementingkan diri sendiri yang pernah saya saksikan,” lanjut eks pemain Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu.
Figo menambahkan, “Infantino telah merendahkan jabatan Presiden FIFA yang dia janjikan untuk diangkat. Dia telah berbohong, menipu, dan berupaya memperkaya dirinya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya dia layani.”
“Dia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini dan bahkan, tampaknya, pemenang FIFA Peace Prize.”
“Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang,” tegas Figo mengakhiri pernyataannya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.