Detak Media — Musim laporan keuangan emiten semester I-2026 diperkirakan akan menjadi katalis utama bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini. Di tengah sentimen global yang masih dipengaruhi kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan dinamika harga komoditas, Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat peluang penguatan IHSG menuju level 6.400 tetap terbuka.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menjelaskan bahwa pelaku pasar pada pekan pertama Agustus akan dihadapkan pada sejumlah agenda penting, baik dari luar negeri maupun domestik, yang berpotensi memengaruhi arah pasar.
Dari sisi global, perhatian investor akan tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai peluang penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam beberapa bulan mendatang. Pasar juga akan mencermati data S&P Global Services PMI, Neraca Perdagangan Amerika Serikat, dan Jobless Claims sebagai indikator terbaru kondisi ekonomi Negeri Paman Sam.
“Dari sisi korporasi, dimulainya musim laporan keuangan emiten besar seperti PepsiCo juga akan menjadi barometer awal terhadap kinerja perusahaan di tengah perlambatan ekonomi,” ujar Hari dalam risetnya, Senin (3/8/2026). Di pasar komoditas, investor masih akan memantau perkembangan harga minyak dunia yang dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah, keamanan distribusi energi melalui Selat Hormuz, serta kebijakan produksi OPEC+.
Kombinasi faktor tersebut akan memengaruhi pergerakan Wall Street, pasar obligasi, nilai tukar dolar AS, hingga aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dari dalam negeri, investor akan mencermati sejumlah indikator ekonomi, mulai dari Cadangan Devisa Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), hingga Penjualan Ritel untuk mengukur kekuatan konsumsi domestik dan stabilitas sektor eksternal.
“Selain itu, pasar juga akan memonitor pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana asing yang dalam beberapa pekan terakhir masih menunjukkan tekanan jual,” papar Hari. Ia menambahkan bahwa pelaku pasar juga menunggu sinyal lanjutan dari Bank Indonesia terkait langkah menjaga stabilitas rupiah serta prospek suku bunga setelah dinamika kepemimpinan bank sentral. Di sisi korporasi, musim laporan keuangan emiten semester I-2026 diperkirakan menjadi katalis penting yang dapat menggerakkan saham-saham sektoral.
“Data ekonomi, stabilitas nilai tukar, arus modal asing, serta laporan keuangan emiten akan menjadi faktor utama yang menentukan arah IHSG pada pekan ini,” kata Hari.
Prospek IHSG Positif
Secara fundamental, Hari menilai prospek IHSG masih cukup positif karena didukung stabilitas ekonomi domestik, ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih akomodatif, serta dimulainya musim laporan keuangan emiten. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati arus dana asing, pergerakan rupiah, serta berbagai sentimen global yang masih berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi dan sedang menguji area Exponential Moving Average (EMA) 50 di kisaran 6.250. Apabila indeks berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan didukung peningkatan volume transaksi serta kembali masuknya dana asing, peluang penguatan menuju 6.400 akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika kembali gagal melewati area EMA50, IHSG diperkirakan bergerak sideways pada rentang 6.150 hingga 6.250 sambil menunggu katalis baru.
“Oleh karena itu, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat sembari menunggu konfirmasi arah pergerakan IHSG,” jelas Hari.
Tiga Saham Pilihan
Sejalan dengan prospek tersebut, IPOT merekomendasikan tiga saham yang dinilai memiliki peluang menarik secara teknikal pada pekan ini:
- EMAS
- Rekomendasi: Buy
- Harga Saat Ini: 6.600
- Entry: 6.600
- Target Harga: 7.550 (14,39%)
- Stop Loss: 6.100 (-7,58%)
- Risk to Reward Ratio: 1:1,9
- Penjelasan: Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sedang berada dalam fase uptrend yang sangat solid didukung oleh konfirmasi price action yang kuat. Daya tarik emiten ini semakin dipertegas oleh masuknya aliran akumulasi smart money yang masif mencapai Rp143 Miliar sepanjang sepekan terakhir. Tren naik ini mengindikasikan tingkat kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kelanjutan rally harga sehingga menjadikan momentum terbaik bagi investor untuk masuk dan mengoptimalkan potensi cuan dalam sepekan kedepan.
- HMSP
- Rekomendasi: Buy on Pullback
- Harga Saat Ini: 735
- Entry: 710-730
- Target Harga: 810 (14,08%)
- Stop Loss: 680 (-4,23%)
- Risk to Reward Ratio: 1:3.3
- Penjelasan: PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menunjukkan sinyal pembalikan arah yang sangat solid dan siap melanjutkan akselerasi pekan ini. Secara teknikal, pergerakan harga telah sukses bertahan dan bergerak konsisten di atas jajaran EMA 5 hingga EMA 50, mengonfirmasi struktur tren positif yang makin kokoh. Penguatan ini diperkuat oleh lonjakan volume perdagangan yang berada signifikan di atas rata-rata 20 harian, menandakan tingginya partisipasi pasar dan dorongan beli yang masif.
- UNVR
- Rekomendasi: Buy
- Harga Saat Ini: 1.755
- Entry: 1.755
- Target Harga: 1.830 (4,27%)
- Stop Loss: 1.710 (-2,56%)
- Risk to Reward Ratio: 1:1.7
- Penjelasan: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memberikan sinyal pembalikan arah yang sangat kuat pekan ini setelah membentuk pola Bullish Marubozu, sebuah candle hijau utuh tanpa bayangan yang mencerminkan dominasi mutlak pihak pembeli dari sesi pembukaan hingga penutupan. Validasi daya dorong ini semakin meyakinkan dengan hadirnya aksi akumulasi bersih investor asing yang mencapai Rp18,6 Miliar sepanjang sepekan terakhir. Perpaduan antara struktur candle yang mengindikasikan full buyer control dan masuknya modal asing secara konsisten membuat UNVR berada dalam momentum bullish layak untuk dikoleksi pekan ini.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.