Detak.media — Cloudera mengumumkan kemitraan strategis dengan VAST Data, penyedia AI Operating System, untuk mengembangkan konsep AI Factory yang terpadu. Inovasi ini bertujuan menciptakan lingkungan produksi yang terukur untuk menyerap, memurnikan, mengelola, dan menyalurkan data secara berkelanjutan ke model-model AI, baik untuk pelatihan maupun inferensi.
Infrastruktur ini dirancang untuk perusahaan yang beroperasi di lingkungan on-premises maupun cloud publik. Hal ini memungkinkan penerapan model operasional AI yang konsisten, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi organisasi untuk menempatkan layanan AI di lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan performa, kepatuhan, dan biaya.
Kolaborasi ini mengintegrasikan layanan data berbasis kontainer dari Cloudera dengan VAST AI Operating System. Sistem VAST menyatukan kemampuan penyimpanan berperforma tinggi, database, dan global namespace untuk mendukung AI berskala besar, analitik, serta beban kerja data yang bersifat mission-critical.
“Kemitraan strategis kami dengan VAST berhasil mengeliminasi kendala GPU starvation sekaligus memungkinkan pelanggan untuk membangun AI Factory yang sesungguhnya sebuah ekosistem tempat data dapat mengalir tanpa hambatan, mulai dari tahap penyerapan hingga menghasilkan insight bisnis,” kata Abhas Ricky, Chief Business Officer & GM, Applied AI di Cloudera dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Lapisan platform data ini, yang dibangun berdasarkan desain referensi NVIDIA AI Data Platform, mengubah data perusahaan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi data yang siap digunakan untuk AI (AI-ready). Ini menjadi fondasi yang menggerakkan AI factory.
Di tengah perlombaan berbagai organisasi untuk mengimplementasikan AI generatif dan agentic AI, banyak yang mulai menyadari bahwa arsitektur tradisional tidak dirancang untuk mendukung pipeline AI berkelanjutan yang mencakup persiapan data, pelatihan, inferensi, hingga analitik. Salah satu dampaknya adalah GPU starvation, yaitu ketika klaster akselerator yang bernilai tinggi menganggur karena menunggu data.
Solusi bersama ini menjawab tantangan tersebut dengan memastikan data dapat mengalir secara efisien di seluruh siklus hidup AI. Hal ini menjaga GPU tetap memperoleh pasokan data berthroughput tinggi dan berlatensi rendah secara berkesinambungan, sehingga secara signifikan meningkatkan tingkat utilisasi, performa, dan pengembalian investasi.
“Sebagian besar perusahaan sebenarnya sudah memiliki data yang mereka butuhkan untuk AI. Tantangannya adalah membuka nilai dari data tersebut guna menciptakan pipeline berkelanjutan untuk inferensi AI, fine-tuning, dan analisis data, sehingga dapat membangun generasi berikutnya dari aplikasi cerdas,” kata Jeff Denworth, Co-Founder VAST Data.
“Bersama, Cloudera dan VAST membantu pelanggan membangun AI factory yang menghubungkan data, kecerdasan, dan infrastruktur ke dalam satu platform operasional terpadu untuk AI di lingkungan hybrid,” tambahnya.
Membangun Enterprise AI Factory
Arsitektur lakehouse Cloudera menyediakan layanan data yang bersifat portabel dan berbasis kontainer. Layanan ini mencakup aspek data engineering, streaming, analitik, machine learning, serta AI, yang seluruhnya dapat diimplementasikan secara konsisten di lingkungan hybrid dan multi-cloud.
Sementara itu, arsitektur Disaggreated Shared Everything milik VAST menjadi fondasi VAST AI Operating System. Sistem ini menyediakan infrastruktur data berskala exabyte, mengintegrasikan layanan vector database dengan NVIDIA cuVS untuk pengindeksan dan pencarian vektor yang dipercepat GPU. Selain itu, terintegrasi pula penyimpanan berperforma tinggi yang dioptimalkan untuk klaster GPU modern dan beban kerja AI.
Bersama-sama, VAST AI Operating System yang memanfaatkan desain referensi NVIDIA AI Data Platform, dengan dukungan komputasi yang dipercepat NVIDIA, mengubah data perusahaan yang belum dimanfaatkan menjadi data siap AI (AI-ready). Cloudera kemudian menghadirkan layanan data engineering, analitik, tata kelola, dan AI di atasnya.
Arsitektur ini memungkinkan organisasi beralih dari eksperimen AI yang terisolasi menuju sistem AI tingkat produksi. Sistem ini secara berkelanjutan mengubah data perusahaan menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk pelatihan, inferensi, analitik, dan aplikasi agentic.
Kemitraan ini juga memperkuat solusi untuk membangun private AI factory. Hal ini dilakukan dengan menggabungkan infrastruktur AI NVIDIA, perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise, VAST AI Operating System sebagai platform data utama, serta layanan data dan AI kelas enterprise dari Cloudera menjadi solusi yang dioptimalkan untuk private AI dan sovereign AI.
Salah satu solusi tersebut adalah Cloudera AI Inference Service, yang dipercepat oleh NVIDIA NIM microservices. Ini memungkinkan organisasi menghadirkan AI langsung ke data mereka, sekaligus menerapkan dan menskalakan model apa pun, termasuk model open terbaru NVIDIA Nemotron.
Pelanggan akan dapat mempercepat beban kerja Apache Spark menggunakan NVIDIA cuDF untuk secara transparan mengakselerasi beban kerja Cloudera Data Engineering. Ini memungkinkan pekerjaan Spark memanfaatkan layanan data berthroughput tinggi besutan VAST via pemrosesan yang terakselerasi GPU, guna menyokong optimalisasi beban kerja AI yang lebih besar lagi.
Bagi perusahaan besar, terutama yang berada di industri yang diawasi ketat regulasi, hal ini merepresentasikan solusi lengkap silicon-to-application untuk membangun sistem AI tingkat produksi di mana saja.
Memacu Pertumbuhan Bersama
Kemitraan ini memadukan koleksi data pelanggan sebesar 60 exabyte, yang secara langsung membuka potensi pendapatan baru yang sangat besar bagi kedua perusahaan maupun pelanggan mereka. Momentum ini kian diperkuat oleh melonjaknya permintaan enterprise terhadap infrastruktur private AI, sehingga menciptakan pipeline bisnis yang signifikan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan.
“Perusahaan menginvestasikan miliaran dolar untuk GPU, namun banyak yang masih kesulitan mencapai tingkat utilisasi optimal akibat hambatan pada aliran data,” kata Abhas.
“Melalui integrasi layanan data Cloudera dengan penyimpanan GPU berkinerja tinggi dari VAST, kami membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia memperoleh efisiensi komputasi yang lebih optimal serta keamanan berstandar enterprise di berbagai lingkungan operasional,” kata Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia di Cloudera.
“Kemitraan ini memastikan para pelanggan kami di Indonesia dapat mempertahankan data pipelines dengan latensi ultra-rendah, sehingga mengeliminasi kendala aliran data demi memaksimalkan ROI dari investasi GPU mereka, sembari tetap mematuhi secara ketat regulasi tata kelola data serta kepatuhan yang berlaku,” lanjutnya.
Solusi bersama Cloudera–VAST AI Factory tersedia segera melalui tim penjualan enterprise dan ekosistem mitra kedua perusahaan. Arsitektur referensi, pola penerapan tervalidasi, dan solusi yang spesifik untuk industri tertentu akan terus diperluas di sepanjang tahun 2026.
Ikuti Detak.media
