Detak Media — JAKARTA – Kinerja keuangan sejumlah emiten properti pada paruh pertama 2026 menunjukkan adanya polarisasi yang signifikan. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat bahwa PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK), berhasil memimpin pertumbuhan di sektor ini.
PANI dan CBDK mencatatkan kenaikan pendapatan masing-masing sebesar 77,6% dan 84,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih kedua perusahaan juga melonjak drastis, dengan PANI tumbuh 483,8% yoy dan CBDK 225,5% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi monetisasi kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang dinilai berhasil.
Kontras dengan kinerja PANI dan CBDK, mayoritas pengembang besar lainnya justru mengalami pelemahan. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan penurunan laba bersih sebesar 53,1%, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 34,0%, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) melemah 19,0%, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terkoreksi 11,2%, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 11%.
“Pendapatan sektor cenderung melambat, di mana BSDE, CTRA, SMRA, dan MTLA mencatat penurunan pendapatan, sementara PWON relatif stagnan dan ASRI masih tumbuh 18,3% yoy,” terang BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Selasa (4/8/2026).
Menurut analis BRIDS, perbedaan kinerja ini mencerminkan adanya segmentasi dalam sektor properti. Emiten yang fokus pada pengembangan kawasan premium serta penjualan lahan terbukti mampu mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pengembang konvensional.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.