Detak Media — Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 5,26% dan ditutup pada harga Rp 700 dalam perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Saham emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu ini menjadi incaran investor asing.
Volume perdagangan saham CDIA mencapai 79,77 juta saham dengan frekuensi 11.088 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 54,78 miliar. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,58 miliar pada saham ini.
Tren penguatan saham CDIA sebelumnya juga terlihat pada perdagangan 4 dan 5 Agustus, di mana saham ini menguat masing-masing 1,55% dan 1,53%. Pada kedua hari bursa tersebut, investor asing juga mencatatkan net buy dengan nilai Rp 3,21 miliar dan Rp 2,13 miliar.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham Chandra Daya Investasi secara keseluruhan telah mengalami kenaikan sebesar 14,75%.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengamati bahwa CDIA mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Saham ini berhasil bangkit dari area support di level 654 dan saat ini sedang menguji level resistance di 735. Jika mampu menembus level tersebut, peluang penguatan lebih lanjut menuju 790 diperkirakan akan semakin terbuka.
Sebelumnya, BCA Sekuritas merilis riset mengenai PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu. Menurut analisis broker efek tersebut, fundamental bisnis CDIA tetap kokoh.
BCA Sekuritas memperkirakan bahwa trajektori pertumbuhan perseroan akan tetap solid, baik melalui pengembangan organik maupun anorganik. “Permintaan energi diperkirakan tetap tinggi dalam tiga tahun ke depan, didukung oleh rencana beroperasinya pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik TPIA pada 2027F,” sebut riset BCA Sekuritas yang dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Lebih lanjut, BCA Sekuritas menjelaskan bahwa pada segmen pelabuhan dan penyimpanan, peluang merger dan akuisisi (M&A) masih menjadi bagian dari pipeline pertumbuhan CDIA. Sementara itu, di segmen logistik, perseroan menargetkan peningkatan armada pelayaran menjadi setidaknya 15 kapal dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.
“Melihat pipeline pertumbuhan yang dimiliki saat ini, kami menilai CDIA menggunakan dua pendekatan valuasi, yaitu Discounted Cash Flow (DCF) dan Dividend Discount Model (DDM),” beber BCA Sekuritas.
Berdasarkan metode DCF, BCA Sekuritas menetapkan nilai wajar saham CDIA berada di Rp 815 per saham. Penilaian ini mempertimbangkan bahwa perseroan masih dalam fase ekspansi dan berpotensi membukukan pertumbuhan lebih dari 20% per tahun.
Sementara itu, menggunakan metode DDM dengan asumsi dividend payout ratio sebesar 40%, nilai wajar saham CDIA mencapai Rp 810 per saham.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.