— JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan. Upaya ini mencakup pembangunan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Selain sumur bor, berbagai infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk juga dioptimalkan untuk menghadapi puncak musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur air memiliki peran krusial dalam menjaga pasokan air, terutama untuk lahan pertanian. “Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Menteri Dody dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Langkah selanjutnya yang ditempuh adalah mengoptimalkan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi untuk memastikan distribusi air yang efisien. Kementerian PU juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan ratusan peralatan pendukung, termasuk 125 unit pompa bergerak, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor yang siap dikerahkan ke daerah yang terdampak.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, kementerian ini juga melakukan inventarisasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah adaptasi. Salah satu teknologi yang diterapkan adalah Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang terbukti efektif dalam menghemat penggunaan air di sektor pertanian.

Percepatan pembangunan infrastruktur air terus digalakkan, meliputi bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Saat ini, terdapat 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik yang disiagakan untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, 601 situ dan danau dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku juga turut menopang kebutuhan air masyarakat.