— JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, dengan target menyiapkan sekitar 1.000 relawan yang akan tersebar di 27 provinsi.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini tidak hanya terjalin di tingkat pusat, tetapi juga meluas hingga ke seluruh Bawaslu di 27 provinsi serta struktur Pemuda LIRA di tingkat daerah. “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di Badan Pengawas Pemilu RI, tapi juga akan ditindaklanjuti oleh 27 provinsi lainnya dan nanti tergantung dari kekuatan teman-teman DPP Pemuda LIRA di cabang di tingkat kabupaten kota,” ujar Bagja saat penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Bagja menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari persiapan Pemilu 2029 dan sekaligus menjadi upaya untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dari kalangan pemuda dan mahasiswa, diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya proses demokrasi.

“Kami menargetkan sebanyak-banyaknya kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, terutama para pemuda, mahasiswa, yang kemudian akan mengawasi penyelenggaraan dan juga ikut membantu penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang,” tambahnya.

Tahapan Pemilu Dimulai 2027

Penguatan kerja sama pengawasan dinilai perlu dilakukan sejak dini mengingat tahapan Pemilu 2029 dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027. Keputusan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang menetapkan bahwa tahapan penyelenggaraan Pemilu harus dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara dilaksanakan.

Oleh karena itu, Bawaslu secara aktif mendorong terjalinnya kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya adalah agar pengawasan partisipatif dapat berjalan secara lebih luas dan efektif ketika tahapan Pemilu 2029 resmi dimulai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026-2031, Sultoni, menyatakan komitmen organisasinya untuk bersinergi dengan Bawaslu hingga ke tingkat provinsi. Sinergi ini diharapkan dapat membantu pengawasan Pemilu secara maksimal. “Pada dasarnya target kami, kami akan bersinergi dengan Bawaslu sampai dengan 27 provinsi. Jadi kami akan membantu pengawasan semaksimal mungkin agar Pemilu ini menjadi Pemilu yang bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat,” kata Sultoni.

Sultoni juga mengkonfirmasi kesiapan sekitar 1.000 relawan yang akan diturunkan untuk membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu di 27 provinsi. “Kita kurang lebih 1.000 relawan yang akan siap membantu Bawaslu di 27 provinsi untuk menyukseskan pengawasan Pemilu di 2029,” pungkasnya.