Detak Media — Harga emas berupaya mempertahankan kenaikan di atas US$ 4.100 per troy ounce. Meski saat ini terkonsolidasi di level support krusial, seorang investor ternama menyatakan optimisme bahwa tren reli akan segera menguat kembali.
Miliarder pendiri Paulson & Co, John Paulson, meyakini bahwa harga emas masih berada di tahap awal dari pasar bullish jangka panjang. Menurutnya, seiring masyarakat kehilangan kepercayaan pada mata uang kertas, emas sebagai alternatif akan terus mengalami pertumbuhan.
“Emas menjadi mata uang cadangan yang paling tepat di dunia, menggantikan mata uang fiat,” ujar Paulson dalam sebuah wawancara dengan CNBC, mengutip Kitco News.
Paulson, yang telah menjadi pendukung terkemuka emas selama dua dekade, mengalihkan fokus investasinya dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2009, ia mulai membeli saham SPDR Gold Shares (NYSE: GLD), dana investasi emas terbesar di dunia, dan pada tahun 2011 kepemilikannya mencapai sekitar 31,5 juta saham.
Ia keluar dari investasi emas fisik pada kuartal kedua tahun 2022 dan kini memfokuskan diri pada saham perusahaan pertambangan emas. Laporan 13F dana lindung nilainya kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Mei menunjukkan portofolio investasi senilai US$ 3,11 miliar hampir seluruhnya terdiri dari perusahaan pertambangan emas dan logam mulia.
Paulson berpendapat bahwa investor akan lebih diuntungkan dengan memiliki saham perusahaan pertambangan daripada emas batangan, terutama perusahaan eksplorasi junior. “Saya pikir cara terbaik untuk berinvestasi adalah dengan berinvestasi pada saham emas tahap awal,” pungkasnya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.