Detak Media — Pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena terus digalakkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan target penyelesaian akhir tahun 2026. Proyek strategis nasional ini bertujuan membuka isolasi wilayah pegunungan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan di Tanah Papua.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pengembangan jaringan jalan dan jembatan adalah fondasi utama untuk memperkuat keterhubungan antarpusat pertumbuhan ekonomi. “Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas,” ujar Dody di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pengerjaan difokuskan pada Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer (km), yang akan menghubungkan Provinsi Papua dengan Provinsi Papua Pegunungan. Ruas jalan ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat akses layanan pendidikan dan kesehatan, serta memangkas biaya logistik yang selama ini tinggi akibat keterbatasan transportasi.
Progres dan Target Selesai Akhir 2026
Pembangunan segmen ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme pembayaran berbasis layanan (Availability Payment). Proyek konstruksi yang dimulai sejak Juli 2024 ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada November 2026.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik pengerjaan proyek telah mencapai 51,59%. Pekerjaan di lapangan meliputi pembentukan badan jalan dan struktur perkerasan, pembangunan drainase, jembatan, pengamanan lereng, serta pemasangan perlengkapan jalan dan pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
Pengerjaan di medan Papua menghadirkan tantangan tersendiri, termasuk kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi, dan ancaman tanah longsor. Mobilisasi alat berat dan material juga memerlukan penanganan ekstra karena keterbatasan jalur akses.
Libatkan Ratusan Tenaga Kerja Lokal
Proyek Trans Papua ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Kementerian PU mencatat sebanyak 116 tenaga kerja lokal, atau sekitar 28% dari total pekerja, dilibatkan secara aktif dalam proses konstruksi. Pelibatan warga lokal ini merupakan komitmen pemerintah untuk memberdayakan ekonomi daerah sejak tahapan pembangunan.
Melalui Trans Papua, Kementerian PU bertekad menghadirkan aksesibilitas yang lebih adil agar masyarakat Papua dapat menikmati layanan dasar dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Pembangunan Jalan Trans Papua merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk mengatasi tantangan geografis ekstrem di Pulau Papua.
Selama puluhan tahun, ketergantungan pada transportasi udara menjadikan biaya logistik di kawasan pedalaman dan Pegunungan Papua sangat mahal, memicu ketimpangan harga bahan pokok dibanding wilayah lain. Melalui penyambungan jalur darat utama seperti ruas Jayapura–Wamena, pemerintah berupaya mengikis keterisolasian wilayah, mempercepat integrasi ekonomi daerah, serta memastikan keadilan sosial dan pembangunan infrastruktur dirasakan masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.