— Seorang investor mengaku terus meningkatkan porsi investasinya pada emas di tengah tren fluktuasi harga. Pendiri sekaligus direktur pelaksana Midas Touch Consulting, Florian Grummes, telah meningkatkan posisi investasi emasnya dari 50% menjadi 80%.

Grummes, yang telah berkecimpung di pasar keuangan selama lebih dari 25 tahun, awalnya mengungkapkan secara terbuka mengenai tentang pemilihan waktu investasinya. Ia mengaku melakukan pembelian emas fisik terlalu dini dan menggunakan strategi averaging (membeli secara bertahap) saat harga turun, alih-alih menunggu titik terendah yang sulit diprediksi.

“Saya masuk agak terlalu dini ketika harga emas US$ 4.400. Saya menambah posisi di harga US$ 4.100, dan sekarang di sekitar US$ 4.000,” ujarnya kepada Kitco News.

Namun, ia menyadari bahwa fluktuasi merupakan tren yang wajar pada harga emas. “Pada dasarnya saya telah mengambil jeda selama enam bulan terakhir, dan menurut saya inilah saatnya untuk benar-benar berinvestasi dan kembali bersikap bullish (optimistis),” ucap Grummes.

Grummes memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.500 per troy ounce pada musim panas ini, level yang berada di dekat rata-rata pergerakan selama 200 hari di kisaran US$ 4.490 per troy ounce. Jika level itu berhasil ditembus, katanya, ia yakin harga emas akan melaju ke angka US$ 4.800 hingga US$ 4.900 per troy ounce.

Meski optimis harga emas akan melanjutkan kenaikan, Grummes menilai pergerakan harga emas belum akan mendorongnya kembali ke rekor tertinggi baru di tahun ini. “Saya tidak melihat adanya rekor tertinggi baru sepanjang masa tahun ini,” katanya.