— Investor asing menunjukkan minat tinggi pada pasar saham Indonesia, mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) yang signifikan pada sejumlah saham, terutama di sektor perbankan. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil ditutup naik 85,12 poin atau 1,37% ke level 6.319,6 pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.

Data dari Stockbit mengungkapkan bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi primadona, dengan catatan pembelian bersih mencapai Rp 404,4 miliar. Diikuti oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net buy sebesar Rp 129,8 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 116 miliar.

Secara rinci, terdapat sepuluh saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing pada perdagangan hari itu. Selain tiga saham perbankan unggulan, daftar ini juga mencakup saham-saham lain seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 101,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp 94 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp 59,9 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 59,7 miliar, PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 59,2 miliar, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) senilai Rp 45,1 miliar, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) senilai Rp 36,9 miliar.

Aktivitas beli bersih investor asing tidak hanya terbatas pada pasar reguler. Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih mencapai Rp 623,4 triliun di seluruh pasar pada hari yang sama. Rinciannya, pasar reguler membukukan net buy sebesar Rp 741,1 miliar, sementara pasar negosiasi dan tunai mencatat net sell senilai Rp 117,7 miliar.

Penguatan IHSG diiringi dengan pergerakan saham yang positif. Sebanyak 394 saham terpantau mengalami kenaikan, sementara 249 saham mengalami penurunan, dan 320 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 12,9 triliun.