— Indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan sebesar 56,5 poin atau 0,9% pada sesi I perdagangan, Kamis (30/7/2026), mencapai level 6.147,9.

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham dalam indeks LQ45 terpantau melesat. Salah satunya adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melonjak 5,6%. Saham-saham lainnya yang masuk dalam jajaran top gainers juga mencatatkan kenaikan harga yang impresif, mulai dari saham DOSS hingga ESTI, dengan lonjakan harga berkisar antara 22% hingga 29%.

Secara keseluruhan, bursa saham mencatat pergerakan positif dengan 484 saham naik, 184 saham turun, dan 295 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada sesi ini mencapai Rp 6,5 triliun.

Beberapa sektor saham juga turut berkontribusi pada penguatan pasar siang hari ini. Sektor barang konsumen primer mencatat kenaikan sebesar 1,59%, diikuti oleh sektor properti sebesar 1,54%, dan sektor barang konsumen non-primer sebesar 1,34%. Sektor barang baku menguat 1,18%, sektor transportasi 0,9%, sektor keuangan 0,8%, sektor energi 0,6%, sektor infrastruktur 0,6%, dan sektor teknologi 0,1%. Sementara itu, sektor kesehatan melemah 0,26% dan sektor perindustrian 0,15%.

Cuan Besar dari Lima Saham Pilihan

Dalam perdagangan hari ini, lima saham berhasil memberikan keuntungan terbesar bagi investor dengan kenaikan harga mencapai 22% hingga 29% hanya dalam satu hari.

Saham-saham tersebut antara lain PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) yang melesat 29,8% ke harga Rp 174, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang melonjak 25% ke Rp 340, dan PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) yang naik 25% ke Rp 320.

Selain itu, saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) meningkat 23,56% menjadi Rp 236, dan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) terangkat 22,8% ke Rp 156.

Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mengalami pelemahan. PT M Crash Integrasi Tbk (MCAS) longsor 8,7% ke Rp 252, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) ambles 7,6% ke Rp 2.550, dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) jatuh 7,5% ke Rp 159.

Saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) juga terpantau terkoreksi 7,5% menjadi Rp 74, serta PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang terkikis 6,5% ke Rp 228.