Detak Media — Analis pasar modal, Hendra Wardana, membagikan pandangannya mengenai sektor saham dan rekomendasi saham yang patut dicermati investor. Hal ini seiring dengan tren pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi berlanjut hingga akhir tahun.
Hendra menjelaskan bahwa pemulihan IHSG didorong oleh beberapa faktor domestik. Di antaranya adalah membaiknya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional, konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, serta keberhasilan pengendalian inflasi. Selain itu, langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih berada di atas level Rp 18.000 per dolar AS juga menjadi penopang.
Jika laporan keuangan emiten pada semester II menunjukkan perbaikan laba, khususnya di sektor perbankan, properti, infrastruktur, dan komoditas, hal tersebut akan menjadi pendorong tambahan bagi IHSG. Dari sisi global, arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor penentu. Apabila tekanan inflasi Amerika Serikat mereda sehingga ruang kenaikan suku bunga terbatas, minat investor global terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi meningkat kembali.
Merredanya ketegangan geopolitik serta kuatnya pertumbuhan ekonomi global juga akan memberikan sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. “Pada fase pemulihan seperti saat ini, investor sebaiknya mulai mengoleksi saham secara bertahap dengan mengutamakan emiten yang memiliki fundamental kuat, valuasi yang masih menarik, serta prospek pertumbuhan laba yang baik,” ujar Hendra dalam keterangan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, sektor properti menjadi salah satu sektor yang paling menarik karena mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, tercermin dari penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika tren suku bunga mulai stabil dan daya beli masyarakat membaik, sektor ini memiliki ruang kenaikan yang masih cukup besar. “Saham seperti BSDE, CTRA, dan SMRA masih layak diperhatikan karena memiliki cadangan lahan besar, neraca keuangan yang sehat, dan prospek pemasaran yang terus membaik,” ucapnya.
Selain itu, sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung IHSG karena memiliki bobot kapitalisasi pasar yang besar. Saham bank-bank besar masih menarik untuk investasi jangka menengah hingga panjang karena memiliki kualitas aset yang baik dan kemampuan menghasilkan laba yang stabil. Di sisi lain, sektor pertambangan logam seperti nikel dan tembaga juga menarik seiring masih tingginya kebutuhan global terhadap bahan baku kendaraan listrik, sedangkan saham energi tetap layak dicermati apabila harga minyak dan batu bara mampu bertahan pada level yang menguntungkan.
Kemudian, sektor konsumsi juga berpotensi membaik apabila daya beli masyarakat mulai pulih sehingga dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.