Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. IHSG tercatat merosot 39,2 poin atau 0,64% ke level 6.091,3.
Meskipun indeks utama melemah, beberapa saham yang termasuk dalam indeks LQ45 terpantau menunjukkan penguatan. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 2,29%, sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 2,8%.
Pergerakan positif juga terlihat pada saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainers, dengan lonjakan harga berkisar antara 12% hingga 34%. Saham MGNA dan BACH menjadi contoh pergerakan signifikan tersebut.
Secara keseluruhan, dari 965 saham yang diperdagangkan, sebanyak 186 saham menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 22,8 triliun.
Beberapa sektor saham berhasil ditutup menguat. Sektor teknologi memimpin dengan penguatan 0,18%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer sebesar 0,11% dan sektor kesehatan sebesar 0,08%.
Sebaliknya, mayoritas sektor mengalami pelemahan. Sektor properti menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,75%, diikuti oleh sektor perindustrian (2,67%), transportasi (1,7%), infrastruktur (1,48%), energi (1,26%), barang konsumen non-primer (1,16%), keuangan (0,45%), dan barang baku (0,32%).
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa IHSG terbebani oleh sentimen eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, bursa regional Asia bergerak bervariasi. Ketegangan yang kembali meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global. Iran dilaporkan menolak proposal Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz, bersikeras bahwa kendali jalur masuk dan sebagian jalur keluar tetap di bawah kendali Teheran.
Pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed AS yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis waktu setempat. Probabilitas sebesar 67,9% memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Sementara itu dari dalam negeri, mundurnya Gubernur Bank Indonesia secara mendadak menarik perhatian lembaga pemeringkat kredit global seperti Moody’s Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG
Pada hari ini, saat IHSG mengalami pelemahan, sebanyak lima saham berhasil memberikan keuntungan paling besar dengan kenaikan harga mencapai 12% hingga 34% dalam satu hari perdagangan.
Saham-saham tersebut meliputi PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang melesat 34,4% menjadi Rp 121, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang melonjak 21,6% menjadi Rp 348, dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) yang menguat 13,1% menjadi Rp 172.
Selain itu, saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) tercatat meningkat 12,9% menjadi Rp 700, dan saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) terangkat 12,7% menjadi Rp 665.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) longsor 14,9% ke Rp 740, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) ambles 14,8% ke Rp 10.450, dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) jatuh 14,8% ke Rp 276.
Saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) juga terkoreksi 14,7% menjadi Rp 191, sementara PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) terkikis 14,6% ke Rp 169.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.