— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada perdagangan sesi I Selasa (4/8/2026), ditutup menguat 35,65 poin atau 0,57% ke level 6.270,15. Sepanjang sesi, pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.238 hingga 6.282.

Perdagangan sesi I mencatat volume transaksi sebanyak 19,43 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp 6,46 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.272.347 kali. Sebanyak 381 saham menguat, 229 saham melemah, dan 178 saham lainnya stagnan.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,5%. Hampir seluruh sektor saham membukukan penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan 3,72%. Sektor transportasi menyusul dengan 1,57%, diikuti sektor barang baku 1,19%, sektor energi 0,78%, dan sektor infrastruktur 0,77%.

Sementara itu, dua sektor mengalami pelemahan, yaitu sektor barang konsumsi non primer sebesar 0,46% dan sektor kesehatan 0,4%.

Pergerakan indeks saham Asia pada sesi I perdagangan hari ini menunjukkan tren yang beragam. Indeks Shanghai, China, naik 0,2% dan Straits Times Singapura menguat 0,19%. Di sisi lain, Nikkei Jepang terpangkas 0,39% dan Hang Seng Hong Kong jatuh 0,69%.

Saham Top Gainers

Pada sesi I, investor meraup keuntungan dari lima saham unggulan yang menduduki puncak daftar top gainers. Kenaikan harga saham-saham ini berkisar antara 15% hingga 27%.

Saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) memimpin kenaikan dengan lonjakan 27,27% ke harga Rp 84. Diikuti oleh PT City Retail Development Tbk (NIRO) yang melesat 22,22% ke Rp 176, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melonjak 17,42% ke Rp 310.

Selanjutnya, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatat kenaikan 16,22% ke Rp 12.900, dan PT Berlina Tbk (BRNA) naik 15,57% ke Rp 705.

Saham Top Losers

Sebaliknya, dua saham dilaporkan mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan menduduki daftar top losers. Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) ambruk 14,78% ke Rp 865, sementara PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) anjlok 14,47% ke Rp 130.