— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguji level 6.400 pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks akan berada pada rentang resistance 6.400, pivot 6.350, dan support 6.300.

Penguatan IHSG pada hari sebelumnya ditutup di level 6.351,14, naik 0,5%. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan indeks antara lain membaiknya data indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta optimisme investor terhadap kinerja emiten.

Pemerintah juga memutuskan untuk menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace yang sedianya berlaku efektif pada Agustus 2026. “Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG hari ini untuk menguji level 6.370-6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (6/8/2026).

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29% YoY di Kuartal II-2026, turun dari 5,61% YoY di Kuartal I-2026. Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang berada di level 5,1% YoY.

Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II-2026 ini merupakan yang paling kecil sejak Kuartal III-2025. Perlambatan ini disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi (5,06% vs 5,52%) dan belanja pemerintah (15,97% vs 21,81%) yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Di sisi lain, investasi tumbuh berakselerasi (6,87% vs 5,96%), sementara pertumbuhan impor (8,82% vs 6,43%) melampaui ekspor (4,13% vs 0,90%).

Tingkat Pengangguran Menurun

Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia mengalami penurunan menjadi 4,65% pada Mei 2026, dari sebelumnya 4,68% pada Februari 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa level pengangguran ini merupakan yang terendah sejak tahun 1994.

Tingkat kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan, mencapai level terendah sejak 1999 di angka 8,07% pada Maret 2026, turun dari 8,25% pada September 2025. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 22,93 juta orang, berkurang 430 ribu orang dibandingkan September 2025 yang berjumlah 23,36 juta orang.

Menyikapi kondisi pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk tidak melewatkan peluang mendapatkan keuntungan dari enam saham. Saham-saham tersebut adalah ANTM, BRMS, BUMI, KLBF, ENRG, dan PSAB.