— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Kisaran support IHSG berada di level 6.080-6.030, sementara resisten di 6.180-6.310.

Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan laporan keuangan emiten kuartal II-2026 yang solid menjadi sentimen positif di pasar. Namun, berlanjutnya aksi jual investor asing dan penurunan harga mayoritas komoditas berpotensi menekan pergerakan IHSG.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat. Penurunan harga minyak mentah dan laporan keuangan emiten yang solid menjadi katalis positif. Namun, rotasi investor dari saham semikonduktor ke saham lain menjadi katalis negatif, terutama untuk indeks Nasdaq.

Saham Sherwin-Williams dan Coca Cola, yang merupakan konstituen Dow Jones, mencatatkan penguatan signifikan. Sherwin-Williams naik 8,25% dan Coca Cola 5% setelah melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh.

Sementara itu, harga minyak mentah kembali turun setelah Iran berdiskusi dengan Arab Saudi dan Oman mengenai selat Hormuz. Minyak jenis WTI turun 4% ke level US$ 79,26 per barel, dan Brent melemah 4,8% menjadi US$ 84,09 per barel.

Untuk perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading yaitu WIIM, HMSP, GGRM, ISAT, MAPA, dan UNVR.