— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan, Kamis (6/8/2026), meskipun sentimen global masih memberikan bayang-bayang bagi pergerakan pasar. Hingga penutupan sesi I, IHSG menguat tipis 0,22 poin ke level 6.351.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi global, pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi terkait Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Iran telah mengumumkan kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran melalui selat tersebut, yang meningkatkan harapan ekspor energi dapat kembali mengalir lebih lancar dalam dua hingga empat bulan ke depan.

Namun, Pilarmas mengingatkan bahwa pasar tetap berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum menjamin pembukaan penuh Selat Hormuz. Kekhawatiran juga muncul setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, sehingga risiko gangguan pasokan energi global dinilai masih tinggi.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan The Fed pasca data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Data ADP mencatat penambahan tenaga kerja sektor swasta AS hanya 44.000 orang pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi satu kali hingga akhir tahun, dari sebelumnya dua kali.

Meskipun demikian, sejumlah pejabat bank sentral AS masih memberikan sinyal hawkish. Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan bank sentral siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak terus melandai. Sementara itu, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai kenaikan suku bunga secara bertahap.

Di tengah tekanan eksternal tersebut, sentimen domestik menjadi penopang IHSG hari ini. Pilarmas menilai pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/YoY), yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar, berhasil menjaga optimisme pelaku pasar. “Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai 5,45%, sehingga memberikan dukungan bagi pergerakan pasar saham domestik meski tekanan global belum sepenuhnya mereda,” jelas Pilarmas.

Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar adalah TMPO, JGLE, PDES, MDIA, dan IATA. Sementara itu, saham dengan pelemahan terdalam ditempati TALF, BACH, TIRA, TGUK, dan BTEK. Pilarmas merekomendasikan buy untuk saham CUAN dengan area support di level 640 dan resistance di 770.