Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 1,63 poin atau 0,03% ke level 6.234,5 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Meskipun indeks utama mengalami pelemahan, beberapa saham menunjukkan kinerja positif yang signifikan.
Saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ45 terpantau menguat, dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin lonjakan sebesar 21,8%. Selain itu, tujuh saham berhasil mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA), menunjukkan penguatan maksimal yang diizinkan. Ketujuh saham tersebut adalah JKON, MITI, TMPO, KDTN, TRUK, JELI, dan BAJA.
Saham-saham lain yang juga melonjak masuk dalam jajaran top gainers, dengan lonjakan harga berkisar antara 25% hingga 34%, termasuk saham JKON hingga TRUK. Secara keseluruhan, tercatat 333 saham menguat, 315 saham melemah, dan 315 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 14,3 triliun.
Beberapa sektor saham menunjukkan penguatan pada penutupan pasar hari ini. Sektor barang konsumen non-primer mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,64%, diikuti oleh sektor kesehatan sebesar 1,26%, dan sektor barang baku sebesar 0,5%. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami pelemahan terbesar 1,52%, disusul sektor properti 0,77% dan sektor energi 0,76%.
Pilarmas Investindo Sekuritas mengemukakan bahwa tekanan pasar terutama dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang negosiasi, pelaku pasar masih meragukan tercapainya kesepakatan damai yang permanen.
Tekanan juga datang dari sektor teknologi global, khususnya saham-saham semikonduktor yang kembali terkoreksi akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan tren investasi kecerdasan buatan (AI). Hal ini diperparah dengan data ekonomi domestik yang menunjukkan sinyal beragam.
Dari dalam negeri, Indeks Manufaktur Indonesia tercatat naik menjadi 50,2 pada Juli 2026 dari bulan sebelumnya 46,9, menandakan sektor manufaktur kembali memasuki fase ekspansi. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi 0,14% secara bulanan pada Juli 2026. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,88%, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan masih dalam target Bank Indonesia.
Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar US$ 450 juta, yang turut menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar. Di tengah pelemahan IHSG, lima saham berhasil memberikan keuntungan besar dengan kenaikan harga mencapai 23% hingga 33% dalam sehari. Saham-saham tersebut antara lain PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) yang melesat 34,8%, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) melonjak 34,5%, dan PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) juga naik 34,5%. Saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) meningkat 25% dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) terangkat 25%.
Sementara itu, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) longsor 12,6%, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) ambles 11,7%, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) jatuh 11,3%. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terkikis 11,03%, dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) turun 10,7%.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.