— Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,2 mengguncang wilayah Malang Raya pada Selasa malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 22 kilometer ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 20.29 WIB, dengan episenter berlokasi di 9,023 derajat Lintang Selatan dan 112,82167 derajat Bujur Timur, berjarak sekitar 102 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh sesar aktif bawah laut.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan hingga ke beberapa daerah di sekitarnya, meliputi Blitar, Lumajang, dan Jember. Intensitas getaran diperkirakan mencapai skala II-III MMI, yang digambarkan seperti merasakan truk yang sedang melintas.

Hingga pukul 20.41 WIB, Stasiun Geofisika Malang mencatat tidak ada aktivitas gempa susulan atau aftershock di lokasi yang sama. Pihak BMKG juga belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Meskipun demikian, BMKG Stasiun Geofisika Malang mengimbau masyarakat untuk tetap memeriksa kondisi bangunan mereka guna memastikan keamanan. Masyarakat juga diminta untuk selalu memprioritaskan informasi dari sumber resmi BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa petugas sedang melakukan pengecekan di wilayah terdampak untuk memantau kondisi terkini. “Seharusnya dengan skala II (II-III) MMI tidak ada kerusakan, tapi ini sedang dicek,” ujarnya.