— JAKARTA – FIFA memberikan klarifikasi resmi terkait polemik wacana penjualan saham Piala Dunia dan pembentukan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Induk sepak bola dunia itu menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari FFE akan diterima oleh setiap negara anggota FIFA.

Sebelumnya, pemberitaan dari media internasional seperti The Times, BBC, dan Sky Sports menyebutkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham Piala Dunia melalui pendirian perusahaan baru, FFE. Perusahaan ini rencananya akan melibatkan investor swasta, dengan FIFA dan perusahaan AS, Thrive Eternal, memimpin kelompok investor tersebut. Negara anggota FIFA nantinya dapat membeli saham minoritas dan menerima pemasukan tambahan.

Menanggapi pemberitaan tersebut, FIFA menyatakan bahwa pihaknya menghormati masukan dan kekhawatiran yang disampaikan publik. FIFA kembali menegaskan komitmennya terhadap konsultasi yang terbuka dan demokratis. FIFA menilai pemberitaan yang keliru di media telah mengganggu proses konsultasi yang telah direncanakan.

“Kami menghormati masukan dan kekhawatiran yang disampaikan di depan umum dan menegaskan kembali komitmen kami terhadap konsultasi yang terbuka dan demokratis,” demikian pernyataan resmi FIFA yang diterima detikSport.

FIFA menambahkan, “Proses konsultasi yang kami rencanakan terganggu oleh pemberitaan media yang tidak benar. Kami akan melanjutkan proses konsultasi ini untuk memastikan bahwa setiap Asosiasi Anggota (MA) memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan fakta.”

Dalam klarifikasinya, FIFA lebih menekankan pada pengelolaan FFE. Keuntungan yang didapat dari FFE akan dikembalikan kepada setiap anggota FIFA dengan jaminan pendanaan sebesar 20 juta USD. Pendanaan tambahan ini bersumber dari pendapatan yang dihasilkan FFE melalui pengelolaan operasi komersial FIFA yang lebih efektif.

“Berdasarkan proposal tersebut, setiap anggota akan menerima dana Pengembangan FIFA Forward sebesar USD 20 juta selama empat tahun ke depan (2027-2030), terlepas dari dukungan individunya. Pendanaan tambahan ini akan berasal dari pendapatan tambahan yang dihasilkan oleh FFE melalui pengelolaan operasi komersial FIFA yang lebih efektif,” jelas FIFA.

Saat ini, FIFA telah memiliki program FIFA Fast Forward yang memberikan pendanaan sebesar 20 juta USD untuk setiap anggota. Dengan adanya tambahan dari FFE, total pendanaan yang berpotensi diterima anggota bisa mencapai 40 juta USD.

Namun, FIFA menegaskan bahwa keputusan final mengenai pendirian FFE dan rencana-rencana ke depannya masih memerlukan persetujuan dari mayoritas anggota. Jika tidak mendapatkan dukungan yang cukup, FFE tidak akan didirikan dan aktivitas komersial FIFA akan tetap seperti semula.

“Tanpa dukungan mayoritas anggota, aktivitas komersial FIFA akan tetap tidak berubah. FFE tidak akan didirikan. Komponen-komponen ini mewakili titik awal proses konsultasi dan terbuka untuk diskusi sebagai bagian dari proses tersebut. Ini dapat mencakup persetujuan, penolakan, atau amandemen secara keseluruhan atau individual,” terang FIFA.

FIFA juga menjabarkan prinsip-prinsip yang mendasari proposal FFE, yaitu pendanaan pengembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kepemilikan global sejati atas peluang komersial olahraga, dan penentuan nasib sendiri sepenuhnya melalui proses demokrasi untuk semua anggota.

Menutup klarifikasinya, FIFA menegaskan, “Tidak ada yang menjual sepak bola. Ini bukanlah sesuatu yang akan pernah dipertimbangkan FIFA.”

Perlu diketahui, sebanyak 96 anggota FIFA dari konfederasi UEFA dan CONCACAF telah menyatakan menolak wacana tersebut. Untuk mendirikan FFE, FIFA membutuhkan setidaknya 106 suara dari total 211 anggota.