Detak Media — JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana meluncurkan skema baru untuk menjual saham Piala Dunia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan keuntungan finansial bagi para pemegang saham, yang terdiri dari anggota asosiasi FIFA dan pihak ketiga.
Menurut laporan The Times, Presiden FIFA Gianni Infantino menginisiasi penjualan saham Piala Dunia melalui sebuah perusahaan baru yang akan dinamai FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas ini akan berada di bawah pengawasan langsung FIFA.
Selain menggandeng asosiasi anggota, FIFA juga akan bekerja sama dengan investor swasta. Namun, investor yang dimaksud adalah lembaga keuangan atau investor strategis global, bukan masyarakat umum atau investor ritel.
Proses pendanaan awal bagi para pemegang saham diperkirakan mencapai USD 4 juta atau sekitar Rp 72 miliar, sebagaimana dilaporkan BBC. FIFA akan menjual saham minoritas dalam skema ini.
Keuntungan yang dihasilkan dari penjualan saham ini rencananya akan disalurkan oleh FIFA untuk mendanai berbagai program pengembangan sepak bola di negara-negara anggota. Program-program tersebut mencakup pengembangan usia dini hingga perbaikan infrastruktur stadion.
“Sebagian dari permainan sepakbola ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa. Kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut, karena itu mengangkat seluruh permainan,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino.
Ia menambahkan, “Tugas kami adalah memastikan sepakbola tumbuh bersama. FIFA ada untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia.”
Piala Dunia sendiri telah mencatat keuntungan signifikan. Edisi 2026 diproyeksikan meraup keuntungan sebesar USD 15 miliar, meningkat dari USD 7,5 miliar pada edisi 2022.
Meskipun demikian, rencana penjualan saham Piala Dunia ini menuai kritik. UEFA secara terbuka menyatakan keberatan, menilai langkah FIFA tersebut telah melampaui batas.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.