— JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, mewacanakan penjualan saham Piala Dunia melalui pembentukan perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE). Langkah ini turut menyoroti kedekatan Infantino dengan lingkaran orang-orang terdekat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pembentukan FFE bertujuan untuk mewadahi para investor swasta yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pendanaan FIFA. Perusahaan ini akan dikawal oleh FIFA sendiri bersama dengan Thrive Eternal, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang ditunjuk sebagai pemimpin kelompok investor. Ke depannya, negara-negara anggota FIFA juga berpeluang untuk membeli saham minoritas dan memperoleh pemasukan tambahan dari pendanaan yang disalurkan FIFA.

Menurut laporan BBC, Thrive Eternal diketahui merupakan perusahaan yang dimiliki oleh saudara menantu Donald Trump, yaitu Joshua Kushner. Joshua adalah adik dari Jared Kushner, suami Ivanka Trump yang merupakan putri kandung Donald Trump.

Kedekatan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Donald Trump sendiri bukanlah hal baru. Keduanya telah menjalin hubungan selama beberapa tahun terakhir. Infantino bahkan sempat menuai kritik ketika memberikan penghargaan FIFA Peace Prize atau Tokoh Perdamaian FIFA kepada Trump.

Selain itu, FIFA juga menunjuk Greg Maffei sebagai penasihat komersialnya. Maffei, yang merupakan mantan CEO Liberty Media, diketahui merupakan salah satu penyumbang besar untuk kampanye Donald Trump.

Di Amerika Serikat, investasi ekuitas swasta telah membawa perubahan signifikan dalam dunia olahraga. Aturan dalam bisbol, bola basket, sepak bola Amerika, dan hoki es telah direvisi dalam dekade terakhir untuk memfasilitasi lebih banyak investasi minoritas, yang pada akhirnya memberikan keuntungan finansial bagi tim-tim olahraga.

Namun, perlu dicatat bahwa FIFA sejatinya adalah organisasi nirlaba. Wacana komersialisasi Piala Dunia ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengingat adanya penolakan dari konfederasi sepak bola seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF yang menegaskan bahwa panggung Piala Dunia seharusnya bebas dari kepentingan komersial kelompok tertentu demi menjunjung tinggi sportivitas.