Detak Media — Rabat – FIFA mengakui kesalahannya terkait proposal penjualan saham Piala Dunia dan meminta maaf kepada seluruh negara anggota. Kendati demikian, induk sepak bola dunia itu menegaskan bahwa Presiden Gianni Infantino tetap mendapatkan dukungan penuh dan posisinya tidak terancam.
Pernyataan resmi FIFA dirilis pada Kamis (6/8/2026), menyusul rapat serius yang diadakan di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8) bersama para eksekutif senior. Dalam rapat tersebut, FIFA mengakui bahwa rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise untuk menjual saham Piala Dunia merupakan sebuah kekeliruan. FIFA menyatakan tidak ada niat untuk mengabaikan anggota dan dewan FIFA dari rencana tersebut.
FIFA juga mengakui bahwa kesalahan terjadi ketika proposal tersebut bocor ke media. Melalui surat terpisah, FIFA menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya di masa mendatang. Dalam paragraf pembuka pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dan anggota dewan manajemen FIFA yang hadir memberikan dukungan penuh kepada Infantino sebagai presiden terpilih.
FIFA optimis hasil pertemuan tersebut akan memperkuat tata kelola organisasi, memulihkan kepercayaan publik, serta mempersiapkan FIFA menghadapi berbagai ajang besar dan tantangan di masa depan secara bersatu dan transparan. Hal ini sejalan dengan misi FIFA untuk terus mengembangkan olahraga sepak bola di seluruh dunia.
Setelah proposal penjualan saham Piala Dunia resmi dicabut, FIFA menegaskan tidak akan menoleransi serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, serta prosedur yang semestinya. FIFA akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi serta menjaga nama baik dan reputasinya.
FIFA mengklaim telah belajar dari kesalahan tersebut dan terus memperbaiki proses pengambilan keputusan. Meskipun mengakui adanya kekeliruan, FIFA menyatakan bahwa segala tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan FIFA yang berlaku.
Menyusul rapat tersebut, Grafstrom terlihat bersama Infantino dalam laga Piala Afrika Wanita 2026 antara Malawi vs Zambia di Rabat. Tindakan ini diduga untuk menunjukkan kepada publik bahwa FIFA dalam kondisi baik-baik saja.
Masih belum pasti apakah pernyataan ini akan meredakan tekanan besar yang dihadapi Infantino akibat proposal penjualan saham Piala Dunia. Namun, laporan The Guardian menyebutkan bahwa UEFA tidak terpengaruh dan terus mencari calon yang dapat bersaing dengan Infantino dalam pemilihan presiden FIFA berikutnya yang dijadwalkan pada Maret 2027 di Rabat.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.