Detak Media — Harga emas perhiasan menunjukkan kestabilan pada Kamis, 30 Juli 2026, di berbagai pedagang emas terkemuka seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Bagi calon pembeli atau investor, penting untuk terus memantau pergerakan harga emas agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.
Sementara itu, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatat lonjakan laba bersih hingga 790% pada semester I-2026, mencapai Rp 182,60 miliar dari Rp 20,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham SUPA dengan target harga Rp 1.300, memberikan potensi keuntungan 120% dari harga penutupan Rabu (29/7/2026) di level Rp 590.
Bagi investor emas Antam (ANTM), pemahaman mengenai cara kerja ‘buyback’ sangat krusial. Harga ‘buyback’ emas Antam ditetapkan pada Rp 2.332.000 per gram, sementara harga jualnya adalah Rp 2.601.000 per gram. Selisih harga ini, yang mencapai sekitar Rp 269.000 per gram atau 10,3% dari harga jual, perlu menjadi pertimbangan bagi investor, terutama yang berencana menjual kembali dalam waktu dekat.
Prediksi pergerakan harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) pada Jumat, 31 Juli 2026, diperkirakan akan fluktuatif. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan level ‘support’ pertama jika terjadi koreksi dan ‘resistance’ pertama jika terjadi penguatan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi sorotan. Meskipun laba bersih semester I-2026 hanya tumbuh 1,8% secara tahunan (yoy), fundamental perusahaan dinilai tetap solid dan valuasinya sedang diskon. KB Valbury Sekuritas, MNC Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan ‘beli’ saham BBCA dengan target harga yang mencerminkan rasio ‘price to book value’ (PBV) di atas 3 kali.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.